Cekcok di THM Berujung Maut, Terduga Palaku Penikaman Siswa Pelayaran di Makassar Diciduk Polisi

IMG 3669

Screenshot

Makassar — Polisi menangkap dua terduga pelaku pengeroyokan dan penikaman yang menewaskan seorang siswa taruna pelayaran berinisial S (24), alias Sopyan, di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial I (21) dan MA (23). Mereka ditangkap di wilayah Kabupaten Takalar pada Rabu (28/10/2026) setelah tim gabungan Resmob Polda Sulsel, Jatanras Polrestabes Makassar, dan Opsnal Polsek Panakkukang melakukan pengejaran.

Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Wawan Suryadinata, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil interogasi sementara, peristiwa tersebut bermula dari cekcok antara korban dan kedua terduga pelaku setelah keluar dari tempat hiburan malam (THM) Helen’s Mart sekitar pukul 03.40 WITA.

“Pelaku I dan temannya MA terlibat cekcok dengan korban S setelah keluar dari dalam THM Helen’s Mart,” ungkap Wawan dalam keterangan tertulisnya.

Peristiwa pengeroyokan dan penikaman itu terjadi di Jalan Boulevard, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 06.00 WITA.

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar, menjelaskan bahwa saat kejadian, korban bersama sejumlah rekannya berada di dalam mobil Honda Jazz yang baru keluar dari area parkir.

Kendaraan tersebut kemudian dihampiri seorang pria tak dikenal hingga membuat korban dan rekan-rekannya turun dari mobil.

Situasi pun memanas hingga terjadi adu mulut yang berujung pengeroyokan dan penikaman. Sebelum kejadian, terduga pelaku I disebut sempat mengambil sebilah badik yang disimpan di dalam bagasi sepeda motor.

Dalam pemeriksaan awal, I mengakui telah menikam korban sebanyak tiga kali menggunakan badik tersebut. Dua tusukan diarahkan ke paha kanan, sedangkan satu tusukan lainnya mengenai betis kanan korban.

“Tusukan badik itu diarahkan ke bagian paha kanan korban sebanyak dua kali dan sekali bagian betis kanan. Kemudian, badik milik pelaku tersebut sempat tertancap di betis sebelah kanan korban,” ungkap Wawan.

Usai melakukan aksinya, kedua terduga pelaku melarikan diri menggunakan dua sepeda motor Honda Scoopy dengan melawan arus menuju Jalan AP Pettarani.

Sementara itu, korban yang mengalami pendarahan hebat sempat dilarikan ke RS Faisal. Korban kemudian dirujuk ke RS Kemenkes CPI hingga akhirnya dibawa ke IGD RS Bhayangkara. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Penangkapan kedua terduga pelaku bermula ketika polisi mendatangi kediaman MA di Kabupaten Takalar. Setelah MA diamankan, petugas melakukan pengembangan untuk memburu I yang diduga terlibat langsung dalam penikaman tersebut.

Mengetahui dirinya tengah diburu polisi, I akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Polombangkeng Utara, Takalar, sebelum petugas tiba di rumahnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya kaus hitam dan celana jeans abu-abu milik I yang diduga dikenakan saat kejadian, serta satu sarung badik berwarna cokelat.

Saat ini, kedua terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.

Comment