Jaga Listrik Tetap Menyala Saat Kemarau, PLN Mitigasi Ketersediaan Air di Tiga PLTA Sulawesi

f2600635 3276 4fbc a1ed 556392f21f4e

Makassar, Netral.co.id – Menghadapi kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan debit air untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), PT PLN (Persero) terus memperkuat upaya modifikasi cuaca di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air sekaligus memastikan pasokan listrik bagi masyarakat tetap andal dan listrik tetap menyala di tengah kondisi kemarau.
PLN memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Sejumlah PLTA menjadi perhatian, di antaranya PLTA Bakaru di Sulawesi Barat, PLTA Malea di Sulawesi Selatan, serta PLTA Poso di Sulawesi Tengah. Ketiga pembangkit tersebut memiliki peran penting dalam menopang sistem kelistrikan di Sulawesi.

Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Darma Metusela, mengatakan keterlibatan pemerintah daerah diperlukan untuk memastikan pelaksanaan modifikasi cuaca berjalan optimal.

“Proses koordinasi yang kami lakukan sangat komprehensif. Dari pihak Pemda, kami terus mendampingi dan terlibat langsung sejak tahapan survei, pengkajian lokasi sasaran, hingga pelaksanaan eksekusi di lapangan agar operasi TMC dapat berjalan optimal,” ujar Darma.

Di Sulawesi Tengah, operasi modifikasi cuaca telah direalisasikan di sejumlah titik, antara lain Meko dan Tokilo pada 20 September 2026. Penyemaian awan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi atmosfer untuk memaksimalkan potensi terbentuknya hujan.

Sementara di Sulawesi Selatan, koordinasi pengamanan ketersediaan air juga dilakukan untuk mendukung operasional PLTA Malea yang memiliki kapasitas 90 MW.

Pembangkit ini bergantung pada debit air Sungai Saddang sehingga pelaksanaan TMC diarahkan ke daerah tangkapan air sungai tersebut.

Untuk PLTA Bakaru yang berkapasitas 126 MW, PLN juga terus mematangkan persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamasa. Operasi tersebut direncanakan menggunakan teknologi pesawat nirawak atau drone dengan lokasi operasional di Bandara Sumarorong dan Puncak Pasir berdasarkan kajian kelayakan BMKG.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama musim kemarau.

“Teknologi Modifikasi Cuaca ini adalah bentuk ikhtiar nyata dalam mitigasi yang kami lakukan bersama Pemda dan BMKG untuk menjaga dan memulihkan debit air di sejumlah lokasi strategis, seperti PLTA Malea dan PLTA Bakaru,” ujar Edyansyah.

Menurutnya, berbagai langkah mitigasi tersebut diharapkan dapat menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat meski musim kemarau berlangsung panjang.

PLN memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah, BMKG, BPBD, dan pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah PLN menjaga keberlangsungan operasional PLTA agar kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi.

Comment