Sinjai, Netral.co.id — Sebuah mobil angkutan kota (angkot) atau yang lebih dikenal warga sebagai pete-pete menjadi sorotan setelah diduga menggunakan tangki atau saluran pengisian BBM yang telah dimodifikasi di SPBU Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Jumat siang (18/9/2026).
Dalam video yang beredar, terlihat proses pengisian BBM pada kendaraan tersebut dilakukan dari bagian atas mobil. Padahal, tangki BBM pada pete-pete umumnya berada di bagian bawah kendaraan.
Kondisi itu memunculkan dugaan adanya modifikasi pada tangki maupun saluran pengisian bahan bakar kendaraan. Proses pengisian disebut berlangsung sekitar 30 menit, sementara sejumlah warga masih harus menunggu antrean berjam-jam.
Salah seorang warga yang ikut mengantre, Nahrul, mengaku kesal karena harus menunggu sejak subuh hingga siang hari untuk mendapatkan BBM.
“Saya sebagai pengguna kendaraan pribadi merasa kesal. Mulai dari subuh antre, baru siang ini bisa mengisi. Ternyata ada oknum nakal di SPBU tersebut,” kata Nahrul.
Tak hanya pengisian menggunakan kendaraan yang diduga memiliki tangki modifikasi, di lokasi yang sama juga terlihat aktivitas pengisian BBM menggunakan jeriken.
Dalam video, proses pengisian jeriken tersebut tampak dilakukan di sekitar kendaraan dan tertutup oleh sejumlah orang yang berdiri di lokasi, sehingga aktivitasnya tidak terlihat secara jelas.
Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan dari warga mengenai prosedur pelayanan di SPBU tersebut, khususnya terkait pengisian BBM menggunakan kendaraan dengan dugaan modifikasi tangki serta pengisian menggunakan jeriken.
Warga meminta pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah aktivitas tersebut telah sesuai dengan ketentuan penyaluran BBM atau terdapat dugaan pelanggaran.
Sorotan ini muncul di tengah keluhan masyarakat terkait panjangnya antrean BBM. Pihak SPBU Desa Alenangka diharapkan memberikan penjelasan mengenai aktivitas pengisian BBM yang terekam dalam video tersebut.

Comment