265 Mahasiswa Baru Farmasi UMI Dibekali Wawasan Transformasi Digital

Sebanyak 265 mahasiswa baru Program Studi Sarjana Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Tahun Akademik 2026/2027 mengikuti Studium Generale 2026 di Auditorium Al-Jibra, Kampus II UMI, Sabtu (12/9/2026).

Sebanyak 265 mahasiswa baru Program Studi Sarjana Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Tahun Akademik 2026/2027 mengikuti Studium Generale 2026 di Auditorium Al-Jibra. (Foto: Netral.co.id/F.R)

Makassar, Netral.co.id – Sebanyak 265 mahasiswa baru Program Studi Sarjana Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Tahun Akademik 2026/2027 mengikuti Studium Generale 2026 di Auditorium Al-Jibra, Kampus II UMI, Sabtu (12/9/2026).

Mengusung tema “Beyond Pharmacy: Digital Transformasi dan Masa Depan Farmasis”, kegiatan tersebut menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk memahami perubahan dunia kefarmasian yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi digital. Salah satu peserta tercatat sebagai mahasiswa internasional.

Materi utama disampaikan Prof. Firzan Nainu, S.Si., M.Biomed.Sc., Ph.D., Apt., dengan topik “Becoming A Pharmaceutical Scientist In A Changing World: A Journey of Curiosity, Discovery, and Possibility”. Materi tersebut dipandu apt. St. Maryam, S.Si., M.Sc.

Dalam pemaparannya, mahasiswa baru diajak memahami perkembangan profesi farmasi sekaligus tantangan yang akan dihadapi di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kesehatan yang semakin kompleks.

Dekan Fakultas Farmasi UMI, Prof. apt. Aktsar Roskiana Ahmad, M.Farm., Ph.D., mengatakan transformasi digital telah membawa perubahan pada berbagai aspek kefarmasian, mulai dari pelayanan, penelitian dan pengembangan obat hingga sistem informasi kesehatan.

Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai kompetensi dasar kefarmasian. Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi juga dinilai menjadi bagian penting dalam mempersiapkan farmasis menghadapi masa depan.

Ia mendorong mahasiswa baru untuk membangun kompetensi sekaligus kesiapan menghadapi perubahan agar mampu bersaing di dunia kefarmasian.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Wakil Rektor I UMI, Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu A. Lantara, M.T., IPU., ASEAN Eng.

Dalam kesempatan itu, UMI juga menyerahkan Bantuan Akademik Bencana NTT kepada salah seorang mahasiswa baru, Nurazizah Risma Dwi Aryanti Yakub. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap mahasiswa yang tetap melanjutkan pendidikan di tengah kondisi sulit akibat bencana di Nusa Tenggara Timur.

Selain bantuan akademik, panitia turut menyerahkan Surat Keputusan (SK) Tahsin serta menerima secara resmi mahasiswa internasional yang bergabung pada tahun akademik 2026/2027.

Perkenalkan Sistem Akademik dan Laboratorium

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan sistem SIMPADU dan tata cara pengurusan Kartu Rencana Studi (KRS) yang disampaikan Kasubag Akademik Andri Estio, S.Kom.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Program Studi Sarjana Farmasi oleh Ketua Program Studi, apt. Dewi Yuliana, S.Si., M.Farm., Ph.D., yang dipandu Aminah, S.Farm., M.Sc.

Mahasiswa baru juga mendapatkan pengenalan laboratorium yang disampaikan oleh para kepala laboratorium Fakultas Farmasi UMI. Sesi tersebut menjadi bagian dari pengenalan lingkungan akademik dan fasilitas pembelajaran yang akan menunjang proses pendidikan mahasiswa selama menempuh studi.

Ketua Panitia Studium Generale 2026, apt. Andi Trihadi Kusuma Kisra, S.Farm., M.Si., turut menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.

Rangkaian acara berlangsung hingga pukul 15.40 WITA dan ditutup setelah seluruh agenda pengenalan serta pembekalan mahasiswa baru selesai dilaksanakan.

Fakultas Farmasi UMI berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk memahami dinamika profesi farmasi, meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta membangun semangat inovasi.

Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu dan praktik kefarmasian, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Comment