PDAM Makassar Imbau Warga Tampung Air Sementara Khusus Jalur Ini

2217c0dd 7b89 4fce 9668 98621b0b40de.jpegwidth640height360 copy 800x507

Makassar, Netral.co.id – Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar mengumumkan potensi gangguan distribusi air bersih di sejumlah wilayah sekitar Jalan Aroepala, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, menyusul pengerjaan pemasangan u-ditch beton oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulawesi Selatan yang dimulai pada Rabu 13 Mei 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air Perumda Air Minum Kota Makassar, Wahidin, menjelaskan pekerjaan penggalian di sepanjang Jalan Aroepala berpotensi memengaruhi jaringan distribusi air karena berada di sekitar jalur pipa utama.

“Ini karena saat penggalian dilakukan, pipa distribusi harus diangkat sementara terlebih dahulu, kemudian setelah itu baru proses penggalian dilanjutkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada sejumlah titik juga dilakukan penutupan sementara di ujung-ujung pipa atau dop pada sisi kiri dan kanan guna menjaga tekanan air serta mencegah potensi kebocoran selama proses pekerjaan berlangsung.

Menurut Wahidin, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya antisipasi agar jaringan pipa utama tidak mengalami kerusakan yang lebih besar selama proses konstruksi drainase beton berjalan.

Akibat pengerjaan tersebut, distribusi air dipastikan mengalami gangguan sementara di beberapa kawasan, di antaranya:

Perumahan Bumi Permata Hijau Lestari

Perumahan Angin Mamiri

Gangguan distribusi diperkirakan berlangsung selama tahapan pekerjaan masih berjalan, mengingat proyek pemasangan u-ditch dilakukan secara bertahap mengikuti progres pembangunan drainase.

“Kami berupaya agar suplai bisa segera normal kembali setelah tahapan pekerjaan memungkinkan. Fokus kami adalah menjaga jaringan tetap aman sekaligus memastikan pelayanan cepat dipulihkan,” lanjutnya.

Pihak Perumda Air Minum Kota Makassar pun mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk melakukan antisipasi dengan menampung air secukupnya selama masa pengerjaan berlangsung.

Selain itu, Wahidin turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat dan berharap pelanggan dapat memahami proses pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan.

“Kami mohon pengertian pelanggan dan akan berupaya maksimal agar layanan kembali normal secepatnya,” tutupnya.

Comment