Otoritisme DPP PAN Bentuk Pembuliaan Politisi Daerah

Sekretaris Jenderal KOPITIVIS, Nurcholish. (Foto: Dok. Netral.co.id/Adl).

Sekretaris Jenderal KOPITIVIS, Nurcholish. (Foto: Dok. Netral.co.id/Adl).

Gowa, Netral.co.id – Koalisi Pemuda Aktivis (KOPITIVIS) menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika politik di Sulawesi Selatan, khususnya mengenai penerbitan surat keputusan DPP Partai Amanat Nasional tentang pergantian Ketua DPW PAN Sulsel pada 7 Mei 2026.

Dalam pernyataan resminya, KOPITIVIS menilai keputusan pergantian kepemimpinan tersebut mencerminkan gejala sentralisasi kekuasaan yang dinilai dapat melemahkan demokrasi internal partai.

Sekretaris Jenderal KOPITIVIS, Nurcholish, menyebut pencopotan Sitti Husniah Talenrang di tengah proses organisasi dianggap mengabaikan aspirasi kader daerah dan dukungan dari sejumlah DPD.

“Kami memandang keputusan tersebut sebagai tindakan yang mencederai demokrasi internal partai serta mengabaikan suara kader di daerah,” ujar Nurcholish kepada Netral.co.id, Sabtu 10 Mei 2026.

KOPITIVIS juga menyoroti adanya dugaan politisasi isu personal tanpa pembuktian hukum yang berkekuatan tetap.

Menurut mereka, langkah tersebut berpotensi menjadi bentuk pembunuhan karakter terhadap politisi daerah.

Selain itu, organisasi kepemudaan tersebut menilai dominasi keputusan elit pusat dapat mematikan ruang tumbuh pemimpin daerah yang dinilai memiliki kapasitas dan dukungan di wilayah masing-masing.

Dalam pernyataannya, KOPITIVIS turut menilai dinamika tersebut menjadi pembelajaran politik yang kurang baik bagi generasi muda karena dapat menumbuhkan sikap skeptis terhadap proses demokrasi.

Mereka juga meminta partai politik mengedepankan transparansi, etika organisasi, serta menghormati proses demokratis yang telah berjalan di tingkat daerah.

“Kami akan terus mengawal dinamika politik yang berpotensi mengganggu kualitas demokrasi, khususnya di Sulawesi Selatan,” kata Nurcholish.

Comment