Makassar, Netral.co.id — Persaingan menuju kursi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Sulawesi Selatan kian memanas. Dari total 44 bakal calon, kini tersisa 35 kandidat yang lolos ke tahap II uji kepatutan dan kelayakan (UKK), sementara sembilan lainnya harus tersingkir lebih awal.
UKK tahap II digelar di Kantor DPW PKB Sulsel, Jalan Basalama, Makassar, Rabu (29/4/2026), dengan menghadirkan langsung tim penguji dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
Sekretaris DPW PKB Sulsel, Muh Haekal, mengungkapkan sembilan kandidat gugur karena tidak menuntaskan seluruh tahapan seleksi pada UKK tahap I, termasuk psikotes.
“Dari 44 bakal calon, ada sembilan yang tidak menyelesaikan seluruh proses, sehingga tidak bisa lanjut ke tahap berikutnya,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Memasuki tahap II, para kandidat dihadapkan pada ujian yang lebih berat. Mereka harus menjalani wawancara intensif selama dua hingga tiga jam untuk menguji kapasitas, visi, serta strategi politik dalam membesarkan partai.
Juru bicara DPW PKB Sulsel, Wawan Mattaliu, menyebutkan bahwa sesi wawancara menjadi penentu utama dalam seleksi kali ini.
“Di tahap ini, kandidat diminta memaparkan secara detail arah pengembangan partai dan strategi meningkatkan perolehan kursi, terutama di wilayah yang mengalami penurunan pada Pemilu 2024,” jelasnya.
Tak hanya itu, para calon juga dituntut menyajikan solusi berbasis data. Paparan tersebut akan menjadi bagian dari kontrak politik dengan DPP PKB jika nantinya terpilih.
DPW PKB Sulsel sendiri memasang target ambisius, yakni peningkatan perolehan kursi hingga 10 persen pada Pemilu 2029. Target ini menjadi tolok ukur utama dalam menilai kelayakan para kandidat.
Proses seleksi berlangsung maraton sejak pagi hingga malam hari. Tim dari DPP PKB bahkan turun langsung dari Jakarta untuk memastikan proses berjalan ketat dan objektif.
Menariknya, dalam persaingan kali ini tidak ada keistimewaan bagi petahana. Seluruh kandidat, baik kader lama maupun pendatang baru, diposisikan setara.
“Semua punya peluang yang sama. Tidak ada perlakuan khusus, termasuk bagi petahana,” tegas Wawan.
Ia juga mengungkapkan, sejumlah kandidat berasal dari kalangan eksternal, termasuk seorang wakil bupati di Sulsel. Namun, seluruhnya tetap harus melalui mekanisme yang sama tanpa pengecualian.
Hasil akhir UKK diperkirakan mulai terlihat dalam waktu dekat. Nama-nama yang lolos nantinya akan dibahas bersama DPW dan Tim Lima untuk menyusun struktur kepengurusan DPC.
Dengan ketatnya proses seleksi dan tingginya target politik yang dipasang, perebutan kursi Ketua DPC PKB Sulsel dipastikan akan berlangsung sengit hingga tahap akhir

Comment