Disingkirkan Klub Siluman di Kandang Sendiri, Pendukung Persipura Rusuh Masuk Lapangan dan Bakar Kendaraan

IMG 6846

Screenshot

Netral.co.id – Stadion Lukas Enembe menjadi saksi bisu runtuhnya harga diri sang raksasa Papua. Persipura Jayapura resmi gagal kembali ke kasta tertinggi Super League setelah takluk 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga play-off yang krusial, Jumat (8/5/2026).

Kekalahan ini memicu ledakan amarah suporter yang tak terima melihat tim legendaris sekelas Mutiara Hitam disingkirkan oleh tim yang dianggap “asing” dan baru seumur jagung di peta sepak bola nasional.

Publik Papua seolah belum bisa menerima fakta bahwa mereka dikalahkan oleh Adhyaksa FC, klub yang kerap dicap sebagai “klub siluman” karena transformasinya yang sangat cepat.

Lahir pada 2018 dengan nama Farmel FC, klub asal Tangerang ini berganti nama menjadi Adhyaksa Farmel sebelum akhirnya menjadi Adhyaksa FC. Meski menyandang status pendatang baru, tim besutan Eko Setyawan (Exco PSSI) ini punya fondasi kuat sebagai juara Liga 3 musim 2023/2024 dan bernaung di bawah Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja).

Kekecewaan suporter memuncak sesaat setelah peluit panjang ditiup. Massa yang tak terbendung merangsek masuk ke dalam lapangan, merusak bench pemain, hingga memaksa pemain dari kedua tim dievakuasi di bawah perlindungan ketat polisi.

Ketegangan kian memanas dengan adanya aksi oknum suporter yang mengibarkan bendera Bintang Kejora di tengah lapangan—sebuah tindakan yang langsung menjadi atensi serius pihak kepolisian di tengah kekacauan tersebut.

Kericuhan pun meluas hingga ke luar stadion. Emosi massa yang tak terkontrol berujung pada aksi pembakaran satu unit ambulans milik Brimob dan sejumlah kendaraan pribadi milik penonton.

Kepolisian harus berjibaku memukul mundur massa di sisi barat dan timur stadion yang diselimuti asap hitam. Bagi suporter, kalah dari tim dengan sejarah panjang mungkin bisa diterima, namun kalah dari tim “instan” di rumah sendiri adalah penghinaan yang sulit dimaafkan.

Hingga saat ini, manajemen Persipura belum memberikan keterangan resmi terkait insiden mencekam ini. Sementara itu, Adhyaksa FC resmi mengukir sejarah baru dengan promosi ke Super League musim 2026/2027 sebagai wakil dari korps Adhyaksa.

Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi sepak bola Indonesia: satu tim merayakan sejarah baru, sementara yang lain meratapi nasib di tengah puing-puing kendaraan yang terbakar.

Comment