JAYAPURA — Kekalahan pahit Persipura Jayapura dalam perebutan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia berbuntut panjang. Imbas kerusuhan suporter yang terjadi usai laga playoff melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe pada 8 Mei 2026, Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman berat kepada klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut.
Tak tanggung-tanggung, Persipura dijatuhi larangan menggelar pertandingan kandang dengan kehadiran penonton selama satu musim penuh di ajang Championship 2026/2027. Selain itu, klub asal Papua tersebut juga harus membayar total denda mencapai Rp240 juta akibat berbagai pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan tersebut.
Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI tertanggal 13 Mei 2026, kerusuhan dipicu setelah pertandingan berakhir. Sejumlah suporter dilaporkan masuk ke lapangan, merusak fasilitas stadion, mengejar perangkat pertandingan, hingga melakukan intimidasi terhadap rombongan Adhyaksa FC.
Situasi disebut semakin tidak terkendali karena aksi anarkistis meluas hingga ke luar stadion. Atas kejadian itu, Persipura dikenai denda tambahan sebesar Rp30 juta.
Komdis PSSI juga mencatat sejumlah pelanggaran lain yang memperberat hukuman terhadap Persipura. Mulai dari invasi suporter ke lapangan seusai pertandingan yang berujung denda Rp50 juta, hingga penggunaan flare, smoke bomb, dan petasan di tribune stadion yang membuat klub kembali didenda Rp125 juta.
Tak hanya itu, aksi pelemparan botol air minum ke arah lapangan dari berbagai sisi tribune juga masuk dalam laporan resmi Komdis PSSI. Pelanggaran tersebut membuat Persipura kembali menerima sanksi denda sebesar Rp15 juta.
Bukan hanya pihak klub, panitia pelaksana pertandingan Persipura turut terkena hukuman karena dianggap gagal mengendalikan keamanan dan ketertiban laga. Panpel dijatuhi denda Rp20 juta atas kerusuhan yang terjadi seusai pertandingan.
Dengan akumulasi seluruh sanksi tersebut, Persipura dan panitia pelaksana harus menanggung total hukuman finansial sebesar Rp240 juta, ditambah sanksi berat bermain tanpa dukungan langsung suporter di kandang selama semusim penuh.
Meski beberapa keputusan masih dapat diajukan banding sesuai Kode Disiplin PSSI 2025, sejumlah hukuman lainnya dinyatakan final dan tidak bisa diganggu gugat.

Comment