banner 10250x250

Puing Pesawat MH370 Ditemukan di Madagaskar, Kuatkan Teori Pilot Bunuh Diri

Blaine Gibson, pria Australia yang melacak puing pertama dari maskapai Malaysia Airlines MH370 yang hilang pada 2014, mengaku telah dibombardir ancaman pembunuhan. (Foto: AIRNEWSALERTS via TWITTER)
Blaine Gibson, pria Australia yang melacak puing pertama dari maskapai Malaysia Airlines MH370 yang hilang pada 2014, mengaku telah dibombardir ancaman pembunuhan. (Foto: AIRNEWSALERTS via TWITTER)

Netral.co.id, – Potongan puing pesawat yang diduga dari Malaysia Airlines MH370 ditemukan di perairan Madagaskar. Penemuan ini memperkuat teori bahwa pilot pesawat itu bunuh diri.

Kasus jatuhnya MH370 pada 8 Maret 2014 lalu masih menjadi misteri hingga saat ini. Tapi, kasusnya perlahan-lahan terkuak setelah seorang nelayan melaporkan penemuan puing pesawat.

Sebenarnya, dia sudah menemukan puing itu di tahun 2017 silam, tapi tidak menyadari pentingnya penemuan tersebut sehingga tidak segera melapor.

Dia bahkan menggunakan puing itu untuk papan cuci. Insinyur mengatakan puing yang ditemukan nelayan tersebut adalah bagian dari ‘Trunnion Door’ atau pintu roda pendaratan.

Pilot diduga ingin bunuh diri dengan menurunkan roda pendaratan untuk memperparah efek tubrukan. Pilot juga diyakini tidak menarik sayap MH370 untuk memperlambat jatuhnya pesawat.

“Fakta bahwa kerusakan ditemukan dari sisi dalam ke sisi luar mengarah ke kesimpulan bahwa landing gear sengaja dikeluarkan untuk menambah dampak tabrakan, yang mana itu mendukung kesimpulan bahwa ada pilot yang aktif sampai di akhir penerbangan itu,” ujar laporan ahli dilansir dari 9News Australia, Kamis 15 desember 2022.

“Level kerusakan menunjukkan bahwa ada gaya penetrasi yang sangat ekstrem menembus potongan pesawat itu, mengarah ke kesimpulan, bahwa di penerbangan itu berakhir dengan pesawat melakukan manuver menukik tajam dengan kecepatan tinggi yang didesain untuk memastikan pesawat pecah menjadi sebanyak mungkin bagian,” demikian isi laporan.