Dari Persatuan hingga Kritik Kebijakan, Ini Sikap The Legend 120 di Hari Sumpah Pemuda

Memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, The Legend 120 Sulawesi Selatan menyatakan komitmennya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memperkuat persaudaraan, serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, khususnya di Kota Makassar.

(Foto: Netral.co.id/F.R)

Makassar, Netral.co.id – Memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, The Legend 120 Sulawesi Selatan menyatakan komitmennya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memperkuat persaudaraan, serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, khususnya di Kota Makassar.

Ketua Umum The Legend 120, Muhammad Rusdi, mengatakan semangat Sumpah Pemuda harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah dan nasional.

Dalam keterangannya melalui sambungan telepon, Rabu (28/10/2026), Rusdi menegaskan bahwa persatuan dan stabilitas keamanan merupakan fondasi penting bagi pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, menjaga keharmonisan sosial membutuhkan kesadaran bersama dari seluruh elemen masyarakat, termasuk kemampuan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Persatuan dan stabilitas keamanan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu menjaga keharmonisan, menghindari konflik, dan memperkuat persaudaraan,” ujar Rusdi.

Ia juga mengajak generasi muda, khususnya di Kota Makassar, untuk mengambil peran sebagai mitra kritis pemerintah. Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi harus berani menyampaikan aspirasi dan mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada masyarakat.

Rusdi menekankan bahwa sikap kritis terhadap pemerintah merupakan bagian penting dari kontribusi pemuda dalam kehidupan demokrasi. Kritik, kata dia, perlu disampaikan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan kepentingan rakyat, keadilan sosial, dan kesejahteraan bersama.

“Pemuda harus menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan dan program pembangunan. Kami berharap setiap kebijakan benar-benar memperhatikan kepentingan rakyat dan mendorong kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Tolak Provokasi dan Pertikaian Antarkelompok

Selain mendorong peran kritis pemuda, The Legend 120 Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Organisasi tersebut juga mengajak masyarakat Sulawesi Selatan, terutama warga Kota Makassar, untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan membangun kehidupan sosial yang damai, nyaman, serta harmonis.

Rusdi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh hasutan maupun informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama informasi yang berpotensi memicu keresahan dan memperuncing konflik di tengah masyarakat.

Ia juga mengimbau generasi muda untuk menggunakan media sosial secara bijak, menghormati perbedaan, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan.

Menurutnya, solidaritas, toleransi, gotong royong, dan persaudaraan harus terus dirawat tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, maupun latar belakang sosial.

The Legend 120 turut menyerukan penghentian segala bentuk pertikaian dan perkelahian antarkelompok yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat, merusak fasilitas umum, dan mengganggu ketenteraman warga.

Rusdi menilai konflik antarkelompok tidak hanya merugikan pihak-pihak yang terlibat, tetapi juga dapat menimbulkan dampak luas bagi masyarakat dan menghambat terciptanya lingkungan yang aman.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengutamakan penyelesaian persoalan melalui komunikasi, dialog, dan mekanisme yang damai.

Sumpah Pemuda sebagai Momentum Persatuan

Bagi The Legend 120 Sulawesi Selatan, peringatan Sumpah Pemuda tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata untuk memperkuat persatuan, menjaga keamanan, dan mendorong pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Rusdi berharap pemuda dapat menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas daerah sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan Sulawesi Selatan yang lebih maju, aman, dan sejahtera.

Ia juga mengajak seluruh kelompok masyarakat untuk mengesampingkan pertikaian dan memperkuat kerja sama demi masa depan daerah dan bangsa.

“Salam untuk para pemuda. Selamat Hari Sumpah Pemuda. Sulawesi Selatan damai, Makassar aman,” tutup Rusdi.

Comment