banner 10250x250

Bupati Indah Ingatkan Kades Pentingnya Koordinasi untuk Wujudkan Inovasi

Netral.co.id
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani ingatkan pentingnya koordinasi untuk mewujudkan inovasi pasca terpilih pada Pilkades serentak. Sedikitnya ada 23 kepala desa yang terpilih dan 22 telah kita lantik untuk periode 2022-2028. Dok Humas Pemkab Luwu Utara.

Netral.co.id, Luwu Utara, – Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani ingatkan pentingnya koordinasi untuk mewujudkan inovasi pasca terpilih pada Pilkades serentak. Sedikitnya ada 23 kepala desa yang terpilih dan 22 telah kita lantik untuk periode 2022-2028.

“Perlu saya ingatkan kegiatan pembekalan kepala desa seperti ini, juga dilakukan oleh kepala daerah dan wajib mengikuti untuk menyusun dan menghasilkan dokumen dengan melibatkan skpd terkait,” ungkap Indah dalam sambutannya, Rabu 9 November 2022.

Indah berharap, kegiatan ini dapat diikuti oleh kepala desa hasil pilkades serentak. Dirinya juga berharap tidak memandang enteng kegiatan ini, karena banyak yang perlu kita ketahui, banyak perubahan banyak regulasi dan kondisi kekinian yg harus kita ketahui.

“Kepala desa punya kewajiban harus menyusun RPJMdes 3 bulan setelah dilantik. Saya berharap tidak dipandang enteng, walaupun banyak yang kita lantik hari ini ada wajah lama sudab pernah menjabat sebagai kades dan aparat desa,” jelasnya.

Indah menjelaskan, selalu ada regulasi baru, perkembangan baru yang harus kita pahami, kita harapkan kades mendapatkan mindset pengetahuan tentang tata kelola pemerintahan.

“Bagaiamana pesan pak presiden untuk membangun desa dari pinggiran karena kades adalah yang paling dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Apalagi yang paling penting sekarang kebutuhan untuk berinovasi ditengah keterbatasan, yang dialami oleh negara untuk membangkitkan semangat kalau kondisi sedang tidak baik-baik saja, dan ketika kita dapat melampaui badai yang besar.

“Ini momentum bagi kita, hanya oranga-orang yang terpilih untuk mampu melewati badai tersebut. Dari 83 cakades, hingga terpilih 23 kepala desa, jadiĀ  ini kesempatan yang baik, jadi manfaatkan,” tuturnya.

Untuk itu, ada 3 hal penting yaitu tergerak, bergerak dan menggerakkan, yang paling ideal adalah ketika pemimpin mampu empati mampu menggerakkan orang. Oleh karena itu kita ini adalah role model teladan didesa dan kita diharapkan mampu menggerakkan semua potensi yang ada didesa.

Pihaknya berharap, kita harus terarah dalam perencanaan, harus membuat milestone yang setiap tahapan harus kita evaluasi, dan ini akan membantu dalam menyelesaikan masalah atau membantu kita dalam mencegah masalah.

“Penting sekali posisi pemerintahan desa karena paling dekat dengan masyarakat. Tata kelola pemerintahan desa, harus paham persis bahwa desa bukan hanya mempertanggung jawabkan semua, tetapi bagaimana membangun kolaborasi,” ungkapnya.

Menurutnya, pembangunanan itu tidak bisa sendirian, harus bersinegri dengan pemangku kepentingan, kita berharap kades menjadi org yang memberikan solusi bukan menjadi masalah.

Sementara itu, Kadis PMD Kabupaten Luwu Utara, Drs. Misbah mengaku, kegiatan ini dilaksanakan untuk terbangunnya pemahaman tentang peran dan fungsi kepala desa dan menambah wawasan tentang pemerintahan desa.

Apalagi, tujuannya untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, menuju clean and good governance, mewujudkan pelayanan publik service yang transparan, akuntabel dan berorientasi kepada masyarakat serta menciptakan aparatur desa yang handal, terpercaya dan profesional.

“Sasaran yang ingin dicapai dengan kegiatan ini, adalah kepala desa diharapkan mampu memahami tugas-tugas dan fungsi, serta mendorong kepala desa berinovasi untuk segera memiliki program 100 hari kerja,” pungkasnya.