Rekan Vinicius Junior di Brasil Sebut Barcelona Dicurangi Wasit usai Tersingkir dari Liga Champions

IMG 8788

Sumber Foto: Official Instagram Robert Lewandowski

Netral.co.id – Bintang Barcelona asal Brasil, Raphinha, tak mampu membendung amarahnya setelah impian raksasa Catalunya di Liga Champions musim 2025-2026 harus terkubur secara tragis. Rekan setim Vinicius Junior di timnas Brasil itu bahkan terang-terangan melontarkan kata “rampok” untuk menggambarkan kepemimpinan wasit di lapangan.

Lawatan Barca ke Civitas Metropolitano, markas Atletico Madrid, pada Rabu (15/4/2026) dini hari WIB sebenarnya berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tim tamu. Namun, hasil tersebut tak lebih dari sekadar pelipur lara yang pahit.

Drama Agregat dan Kemarahan Raphinha

Meski menang di leg kedua, Barcelona tetap dinyatakan gugur karena kalah agregat 2-3 dari Los Rojiblancos. Kegagalan ini merupakan buntut dari kekalahan mengecewakan 0-2 yang mereka derita pada pertemuan pertama di Camp Nou.

Pasca-laga, Raphinha meledak di depan media. Ia merasa timnya dipaksa kalah oleh faktor eksternal.

“Pertandingan ini adalah perampokan. Wasit melakukan terlalu banyak kesalahan, beberapa keputusan tidak dapat dipahami. Atletico melakukan banyak pelanggaran tetapi tidak dihukum dengan semestinya,” ujarnya.

Titik Didih: Kartu Merah Eric Garcia

Kemarahan Raphinha mencapai puncaknya pada menit ke-79. Saat Barca tengah berupaya mengejar keunggulan agregat, bek tengah Eric Garcia justru diusir keluar lapangan setelah dianggap melanggar Alexander Sorloth. Kartu merah ini dianggap sebagai lonceng kematian bagi peluang Blaugrana.

Selain insiden kartu merah, kubu Barcelona juga menyoroti beberapa keputusan kontroversial lainnya:

  • Penalti yang Diabaikan: Benturan keras yang dialami Dani Olmo di kotak terlarang pada babak pertama tidak digubris oleh sang pengadil.
  • Akumulasi Pelanggaran Lawan: Raphinha menilai wasit terlalu permisif terhadap gaya main fisik Atletico yang agresif.

Respons Hansi Flick

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, senada dengan pemainnya. Ia merasa secara teknis Barca tampil lebih dominan dan layak melaju ke babak empat besar. “Kami memainkan babak pertama yang fantastis dan seharusnya mencetak lebih banyak gol. Secara keseluruhan, mempertimbangkan kedua leg, kami pantas berada di semifinal,” tegas pelatih asal Jerman tersebut.

Kini, setelah tersingkir dari kompetisi elite Benua Biru, Raphinha dan kolega hanya memiliki satu misi tersisa: mencurahkan seluruh energi untuk mempertahankan gelar juara La Liga.

Comment