Netral.co.id – Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberikan tanggapan resmi terkait aksi pemain mudanya, Lamine Yamal, yang terlihat mengibarkan bendera Palestina dalam sebuah momen perayaan. Meski isu politik seringkali menjadi hal sensitif di dunia olahraga, Flick menunjukkan sikap bijak dan memberikan kebebasan berekspresi kepada anak asuhnya tersebut.
Dalam sebuah konferensi pers, Flick mengakui bahwa dirinya telah menjalin komunikasi langsung dengan Yamal. Ia menegaskan tidak ingin terlalu jauh mengintervensi sikap pribadi sang pemain.
“Biasanya saya tidak menyukai topik ini, saya sudah berbicara dengannya, dan saya katakan jika dia melakukan ini, dia sudah cukup dewasa, dia sudah 18 tahun, dan itu adalah keputusannya,” ujar Hansi Flick tegas.
Mantan pelatih Bayern Munchen itu menyatakan bahwa fokus utamanya tetap pada dunia sepak bola, namun ia memahami adanya ikatan emosional yang kuat antara tim dan para pendukungnya. Ia menceritakan bagaimana suasana haru kerap menyelimuti stadion saat tim meraih prestasi.
“Kami bermain sepak bola, dan Anda bisa melihat apa yang orang-orang harapkan dari kami. Ketika saya melihat kerumunan penonton, mereka sangat emosional, ada air mata di mata mereka. Mereka sungguh bahagia karena kami menang lagi, gelar yang fantastis ini, yang kedua berturut-turut, dan inilah alasan mengapa kami bermain sepak bola,” tambahnya.
Sikap tenang Hansi Flick ini sekaligus meredam spekulasi mengenai adanya konflik internal di kubu Barcelona terkait aksi Yamal.
Sang pelatih lebih memilih untuk mengedepankan sisi kemanusiaan dan kedewasaan pemain daripada memperpanjang polemik di luar lapangan, sembari terus menjaga momentum positif tim yang baru saja merayakan keberhasilan mempertahankan gelar juara.

Comment