Idrus Marham Soroti Kinerja Menteri Prabowo Subianto: Jangan Bebani Presiden

IMG 6534

Screenshot

JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, mengingatkan para menteri di kabinet Prabowo Subianto agar bekerja optimal dan tidak menjadi beban bagi presiden dalam menjalankan roda pemerintahan.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah menguatnya wacana perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih. Isu ini mencuat setelah Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memberikan sinyal singkat terkait kemungkinan evaluasi kabinet. Meski belum ada kepastian waktu, publik mulai berspekulasi mengenai langkah Presiden Prabowo dalam merespons dinamika tersebut.

Menurut Idrus, persoalan utama yang dihadapi pemerintahan saat ini bukan terletak pada kepemimpinan presiden, melainkan pada implementasi kebijakan di tingkat kementerian. Ia menilai, para menteri sebagai pembantu presiden memiliki tanggung jawab besar untuk menerjemahkan visi dan program strategis ke dalam kinerja nyata.

“Jangan sampai menteri justru menjadi beban bagi presiden. Yang dibutuhkan saat ini adalah kinerja yang produktif, efektif, dan selaras dengan arah kebijakan yang telah ditetapkan,” ujar Idrus.

Ia menegaskan, Presiden Prabowo telah meletakkan fondasi kuat dalam pembangunan nasional, mulai dari penguatan ideologi Pancasila, menjaga Indonesia sebagai rumah besar bersama, hingga mendorong persatuan dalam kemajemukan. Selain itu, agenda strategis seperti ketahanan pangan, energi, hilirisasi sumber daya alam, dan kesinambungan pembangunan juga telah menjadi prioritas utama pemerintahan.

Namun demikian, Idrus menilai keberhasilan agenda tersebut sangat bergantung pada kapasitas dan kinerja para menteri. Oleh karena itu, evaluasi kabinet menjadi hal yang wajar dan bahkan diperlukan dalam sistem pemerintahan presidensial.

“Evaluasi itu keniscayaan. Menteri yang tidak produktif harus diganti, siapapun dia,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa reshuffle bukan sekadar pergantian figur, melainkan bagian dari strategi untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan koordinasi, serta mendorong efektivitas pelaksanaan program pemerintah.

Menurut Idrus, langkah revitalisasi kabinet penting dilakukan agar seluruh program prioritas dapat berjalan optimal, termasuk dalam mewujudkan agenda besar pemerintahan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan masukan secara objektif dan konstruktif kepada presiden. Dengan demikian, pemerintahan dapat terus berbenah dan menjawab berbagai tantangan, baik di tingkat nasional maupun global.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo terkait waktu pelaksanaan reshuffle. Namun, Idrus menekankan bahwa yang terpenting bukanlah momentum perombakan itu sendiri, melainkan hasil yang ingin dicapai, yakni pemerintahan yang lebih solid, responsif, dan mampu menghadirkan kinerja nyata bagi masyarakat.

Comment