Makassar, Netral.co.id – Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan mengikuti Temu Pustakawan yang digelar di Ballroom Andalan, Makassar, Senin 27 April 2026.
Kegiatan ini menjadi forum penguatan peran pustakawan di tengah tuntutan efisiensi serta perkembangan teknologi informasi.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Prof Dr Muhammad Jufri.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya transformasi peran pustakawan agar tidak lagi bekerja secara konvensional, melainkan adaptif terhadap perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat yang kian dinamis.
Menurut dia, pustakawan memiliki posisi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam meningkatkan budaya literasi.
Karena itu, pustakawan dituntut tidak hanya menguasai pengelolaan koleksi, tetapi juga mampu menjadi fasilitator pembelajaran, kurator informasi, serta penggerak literasi di berbagai lapisan masyarakat.
“Perpustakaan harus hadir sebagai pusat pengetahuan yang hidup dan relevan. Pustakawan perlu memahami kebutuhan masyarakat, menghadirkan layanan inovatif, serta memanfaatkan teknologi informasi secara optimal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi layanan perpustakaan guna memperluas akses informasi.
Penguatan literasi digital dan pemanfaatan platform teknologi, kata dia, harus menjadi fokus agar layanan perpustakaan semakin efektif dan menjangkau masyarakat luas.
Selain itu, Muhammad Jufri menekankan pemberdayaan klaster pustakawan sebagai strategi memperkuat kompetensi dan kolaborasi.
Melalui klaster, pustakawan diharapkan dapat saling berbagi pengalaman, meningkatkan kapasitas, serta melahirkan inovasi yang berdampak nyata.
“Klaster pustakawan harus menjadi ruang belajar bersama dan tempat bertukar gagasan. Dengan kolaborasi yang kuat, kualitas layanan perpustakaan dapat meningkat secara menyeluruh,” katanya.
Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, eksistensi pustakawan akan tercermin dari kinerja, inovasi, serta kontribusi terhadap peningkatan literasi masyarakat.
Kegiatan ini juga menghadirkan pustakawan utama yang memberikan penguatan terkait pengembangan kompetensi, peningkatan kualitas layanan, serta pentingnya kolaborasi antarpustakawan. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari peserta.
Sesi tanya jawab dipandu Koordinator Pustakawan Syamsul Arif dan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis sebagai bahan pengembangan program perpustakaan di Sulawesi Selatan.
Melalui forum ini, pustakawan di Sulsel diharapkan semakin profesional, kolaboratif, serta mampu menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era modern.

Comment