banner 10250x250
News  

Mahasiswa KKN UMI – Kecamatan Segeri Cetus Kampung Literasi

Netral.co.id
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, angkatan 70, bekerjasama dengan Pemerintah Kelurahan Bawasalo, hadirkan Kampung Literasi Kontemporer Di Kecamatan Segeri. Dok Humas Pemkab Pangkep.

Netral.co.id, Makassar – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, angkatan 70, bekerjasama dengan Pemerintah Kelurahan Bawasalo, hadirkan Kampung Literasi Kontemporer Di Kecamatan Segeri.

Peresmian Kampung Literasi Kontemporer dilakukan langsung kepala kecamatan Segeri, Hj. Dasriana, yang di dampingi Wakapolse Segeri, Lettu Haeruddin dan kepala kelurahan Bawasalo H.Abdullah Umar.

Sepertinya ada masalah. Tunggu beberapa detik, lalu coba lagi.

Hadirnya taman baca bertema Kampung Literasi Kontemporer ini mendapat apresiasi dari pemerintah setempat.

Camat Segeri, Hj. Dasriana mengaku jika terobosan yang dilakukan mahasiswa KKN UMI tersebut menjadi angin segar dalam upaya mencerdaskan anak bangsa.

“ini yang kami tunggu tunggu selama ini, mahasiswa yang hadir mampu memberikan trobosan dan inovasi untuk daerah, dan kami pemerintah kecematan sangat sangat mengapresiasi,” ujar Hj. Dasriana.

Sementara itu Lurah Bawasalo, H. Abdullah Umar. Hadirnya Kampung Literasi Kontemporer dianggap sebagai inovasi dan ide cemerlang, bahkan perpustakaan yang dihadirkan disebut sebagai perpustakan pertama yang ada di kecematan Segeri.

“kami harap ini bisa menjadi role model untuk desa atau kelurahan yang ada dikebupaten pangkep, khususnya wilayah pelosok yang cukup tertinggal,” ungkap Abdullah Umar.

Mahasiswa KKN UMI yang juga merupakan Kordinator Kelurahan, Amir, mengungkapkan jika hadirnya
Kampung Literasi Kontemporer merupakan bentuk kepedulian di era modern dimana budaya membaca mulai hilang dan dilupakan generasi saat ini.

“kami hanya melihat potensi baca yang mulai tertinggal, yang cukup berpengaruh untuk perkembangan SDM di negeri ini, ditengah pasatnya teknologi yang modern yang mengharuskan anak anak bahkan dewasa fokus bermain gadget sehingga budaya literasi mulai punah,” jelas Amir.

Kampung Literasi Kontemporer berupa taman baca/lapak baca ini hadir khusus untuk masyarakat khususnya di kelurahan Bawasalo, dengan harapan budaya literasi mkembali digiatkan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, yang kelak mampu berkontribusi lebih untuk negeri.