Makassar, Netral.co.id – Inovasi teknologi tidak seharusnya berhenti di ruang laboratorium atau hanya menjadi publikasi ilmiah. Teknologi harus hadir menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat ekonomi.
Salah satu inovasi tersebut adalah mesin penetas telur otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan oleh Dr. Ir. Nurhayati, S.Si., M.T., IPM., dosen Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), sejak tahun 2018 melalui program penelitian dan pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek).
“Teknologi ini dikembangkan untuk membantu peternak meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses penetasan telur, baik telur ayam maupun bebek”. Pungkas Nurhayati, Minggu (1/11).
Melalui integrasi sistem embedded dan Internet of Things, mesin penetas ini memungkinkan pengaturan dan pemantauan proses penetasan secara otomatis, termasuk pengendalian suhu, kelembapan, serta mekanisme pembalikan telur.
Seiring pengembangannya, teknologi ini telah diimplementasikan dan dimanfaatkan oleh sejumlah peternak. Hal tersebut menunjukkan bahwa inovasi perguruan tinggi dapat dikembangkan menjadi solusi teknologi yang aplikatif bagi sektor peternakan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Produk inovasi ini juga telah memiliki perlindungan kekayaan intelektual berupa paten sederhana dan merek terdaftar, serta didukung pemenuhan persyaratan TKDN sesuai dokumen produk.
Ketua Umum Lembaga Sinergi Desa Indonesia (LSDI), Sofian menyampaikan bahwa inovasi seperti ini perlu mendapatkan perhatian lebih luas.
“Indonesia membutuhkan inovasi teknologi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu menjawab persoalan nyata masyarakat. Teknologi penetasan telur ini merupakan contoh bagaimana hasil riset perguruan tinggi dapat diterapkan untuk mendukung produktivitas peternak dan penguatan ekonomi desa.” Ucap Sofian
LSDI memandang bahwa teknologi tepat guna berbasis IoT memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih luas melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, kelompok peternak, koperasi, dan pelaku usaha desa.
Inovasi ini menjadi salah satu bukti bahwa anak bangsa memiliki kemampuan untuk mengembangkan teknologi sendiri dan menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

Comment