Wakil Ketua DPRD Sulsel Sufriadi Arif Ajak Generasi Muda Berilmu dan Berakhlak di Peringatan Hari Santri

IMG 3299

Netral.co.id – Peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026 menjadi momentum untuk kembali mengingat peran besar santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, membangun karakter, serta merawat kehidupan bermasyarakat yang berlandaskan akhlak dan saling menghormati.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, mengatakan Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan adab dan sopan santun.

Sebagai alumni Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Sufriadi mengaku memperoleh banyak pelajaran berharga selama menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.

Menurutnya, salah satu pelajaran penting dari pesantren yang tetap relevan hingga saat ini adalah menempatkan adab sebagai bagian utama dalam menuntut ilmu. Pendidikan tinggi, pengetahuan luas, dan kemampuan yang hebat akan lebih bermakna apabila disertai sikap santun, kerendahan hati, serta kemampuan menghargai orang lain.

“Dari pesantren, kita belajar bahwa ilmu itu penting, tetapi adab juga harus dijaga. Bagaimana kita menghormati guru, berbicara kepada orang yang lebih tua, memperlakukan sesama, dan menjaga sikap dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal seperti ini yang harus terus kita pegang, di mana pun kita berada,” ungkap Sufriadi Arif yang juga merupakan Politisi PPP.

Ia menilai, nilai-nilai kesantrian tidak seharusnya berhenti di lingkungan pondok pesantren atau hanya dikenang ketika peringatan Hari Santri. Adab dan sopan santun perlu diterapkan dalam keluarga, lingkungan pendidikan, ruang publik, hingga dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari perilaku dan cara seseorang memperlakukan orang lain.

Sufriadi juga berharap para santri masa kini terus mengembangkan diri, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya yang telah diajarkan.

Ia menegaskan, kemajuan zaman perlu diimbangi dengan karakter yang kuat agar generasi muda tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga memiliki pegangan moral dalam mengambil keputusan dan berinteraksi dengan sesama.

Pada peringatan Hari Santri Nasional 2026, Sufriadi mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali menempatkan adab, sopan santun, dan penghormatan kepada sesama sebagai bagian penting dalam kehidupan.

Pengalamannya menempuh pendidikan di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang menjadi pengingat bahwa nilai-nilai yang dipelajari sejak dini harus terus dibawa dalam perjalanan hidup.

“Sebab, ilmu dapat membuka banyak jalan, tetapi adab dan akhlak yang baik akan menentukan bagaimana seseorang melangkah dan memberi manfaat bagi orang lain,” tutupnya.

Comment