Makassar, Netral.co.id – Ketua Umum Lembaga Sinergi Desa Indonesia (LSDI), Sofian, menegaskan bahwa pembangunan nasional yang merata harus dimulai dari desa dan kelurahan. Penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguasaan teknologi, serta pengembangan sektor pertanian dan peternakan dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera.
Dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026), Sofian mengatakan kemajuan Indonesia tidak akan dirasakan secara merata jika masyarakat desa masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan, teknologi, pendampingan pertanian, dan pengembangan peternakan.
Menurut dia, desa tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan. Masyarakat desa, khususnya generasi muda, perlu memperoleh kesempatan yang setara untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan inovasi agar mampu mengambil bagian dalam kemajuan bangsa.
“Jangan biarkan anak-anak desa hanya menjadi penonton ketika dunia bergerak maju melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka harus memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berinovasi, menguasai teknologi, dan menjadi pelaku kemajuan bangsa,” tegas Sofian.
Untuk mendukung tujuan tersebut, LSDI mendorong empat langkah strategis yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan, pendidikan, pertanian, dan peternakan berbasis teknologi.
Pertama, memperkuat ketahanan pangan berbasis teknologi di tingkat desa dan kelurahan. Pemanfaatan teknologi dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kemandirian pangan nasional.
Kedua, meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM berbasis teknologi. LSDI mendorong agar anak-anak dan generasi muda di desa memiliki akses untuk mempelajari ilmu pengetahuan, mengenal perkembangan teknologi, serta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Sofian menilai pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat menjadi fondasi agar warga desa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berinovasi dan menciptakan peluang ekonomi.
Ketiga, mendorong pertanian cerdas melalui pendampingan kepada petani. Langkah ini mencakup peningkatan akses pengetahuan, pengenalan teknologi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan lapangan, serta penguatan kapasitas petani dalam mengelola usaha produktif.
Melalui pendampingan tersebut, LSDI berharap produktivitas pertanian meningkat, risiko gagal panen dapat ditekan, dan pendapatan petani semakin kuat sehingga berdampak terhadap perekonomian masyarakat desa.
Keempat, mengembangkan peternakan berbasis teknologi melalui pengenalan TETASCO, teknologi penetasan telur berbasis Internet of Things (IoT).
LSDI mendorong agar teknologi tersebut diperkenalkan dan didampingi penggunaannya kepada peternak di desa dan kelurahan. Dengan begitu, pemanfaatan teknologi diharapkan tidak berhenti pada pengenalan konsep, tetapi dapat diterapkan untuk mendukung produktivitas dan pengembangan usaha peternakan.
LSDI Buka Ruang Kolaborasi
Sofian menegaskan, LSDI ingin mengambil bagian dalam pembangunan nasional melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan kapasitas SDM, pemanfaatan teknologi, serta pendampingan sektor pertanian dan peternakan.
Untuk merealisasikan agenda tersebut, LSDI membuka peluang sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kerja sama itu diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta prioritas pembangunan di masing-masing daerah.
“Kami tidak ingin hanya berbicara tentang pembangunan desa. Kami ingin mengambil bagian nyata dalam mendorong perubahan, mendampingi petani, meningkatkan kemampuan masyarakat, memperkenalkan teknologi, dan membangun kemandirian desa,” ujar Sofian.
Ia berharap LSDI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pembangunan desa dan kelurahan melalui program yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.
Sofian juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan desa. Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional tidak dapat dilepaskan dari kemampuan masyarakat desa dalam mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.
“Jika kita ingin Indonesia maju, mari kita perkuat desa. Jika kita ingin masyarakat sejahtera, mari kita tingkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat. Jika kita ingin ketahanan pangan nasional semakin kuat, mari kita bangun dari desa. Sebab, masa depan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kemajuan desa dan kelurahan,” tutupnya.

Comment