Aqilatul Munawwarah Memukau Lewat “Ininnawa Sabbarae”, Raih Juara I Talent Show AMKM Sulselbar 2026

Sebanyak 117 finalis Ana Dara Malebbi Na Kallolo Magaretta (AMKM) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) 2026 mengikuti rangkaian pembekalan, wawancara, dan talent show sebagai bagian dari proses penilaian menuju Grand Final yang akan digelar di Ballroom De Edelweiss, Universitas Fajar (UNIFA), Makassar, Minggu (5/7/2026).

Sebanyak 117 finalis Ana Dara Malebbi Na Kallolo Magaretta (AMKM) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) 2026 mengikuti rangkaian pembekalan, wawancara, dan talent show sebagai bagian dari proses penilaian menuju Grand Final. (Foto: Netral co.id/F.R)

Makassar,Netral.co.id – Sebanyak 117 finalis Ana Dara Malebbi Na Kallolo Magaretta (AMKM) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) 2026 mengikuti rangkaian pembekalan, wawancara, dan talent show sebagai bagian dari proses penilaian menuju Grand Final yang akan digelar di Ballroom De Edelweiss, Universitas Fajar (UNIFA), Makassar, Minggu (5/7/2026).

Salah satu tahapan yang menyita perhatian publik adalah talent show yang berlangsung pada Jumat-Sabtu (3–4/7/2026) di Mall Phipo Makassar. Dalam sesi ini, para finalis menampilkan beragam kemampuan, mulai dari seni tari, musik, hingga pertunjukan budaya.

Finalis asal Kabupaten Bone, Nur Aulia F, misalnya, membawakan tari Bajo Ri Bone yang mengangkat kehidupan masyarakat Suku Bajo di wilayah pesisir Kabupaten Bone.

Melalui tarian tersebut, ia menampilkan sejumlah simbol budaya khas Suku Bajo, seperti teknik menangkap ikan menggunakan tombak yang dikenal sebagai angarua, permainan rakyat kondo buleng atau bangau putih yang dipercaya sebagai pembawa wangsit, hingga bendera sakral ula-ula yang menjadi simbol penolak bala sekaligus penanda pelaksanaan upacara adat.

“Alasan saya menampilkan tari ini karena menceritakan karakter seorang nelayan, terutama di Kabupaten Bone,” ujarnya.

Sementara itu, finalis asal Kabupaten Wajo, Aqilatul Munawwarah M. Nur, memukau penonton dengan membawakan lagu tradisional Bugis Ininnawa Sabbarae sambil memainkan gitar. Lagu yang secara harfiah berarti “hati yang sabar” tersebut mengandung pesan tentang kesabaran, keikhlasan, dan ketabahan dalam menjalani kehidupan.

Tak hanya bernyanyi, Aqilatul juga menampilkan tarian penuh energi yang semakin melengkapi penampilannya di hadapan dewan juri.

Ia mengaku bangga dapat mewakili Kabupaten Wajo pada ajang tingkat provinsi tersebut.

“Selalu berusaha yang dibarengi dengan doa, karena tidak akan ada hasil yang baik tanpa kedua hal tersebut,” katanya.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, peserta dari Kabupaten Wajo ini meraih gelar juara, termasuk Juara I Dewasa Putri sedangkan Kategori Dewasa Putra melalui Wadi juga dari Wajo.

Pada kategori Remaja, Muh. Irfan Saputra dari Pinrang berhasil menjadi Juara I Remaja Putra, sedangkan Sherina Syafitri dari Bone meraih Juara I Remaja Putri.

Di kategori Cilik, Achmad Nailun Nabhan Putra Safri (Pinrang) dan Andi Aisya Istiqomah (Wajo) keluar sebagai Juara I Kategori A Putra dan Putri. Sementara pada Kategori B, Muhammad Saldi Fatih dari Bone serta Vhaniya Khumaira Dhevira dari Pinrang berhasil meraih predikat Juara I.

Ajang ini tidak hanya menilai penampilan dan kemampuan peserta, tetapi juga mengukur wawasan, karakter, serta kemampuan mereka menjadi duta budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan tradisi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat kepada masyarakat yang lebih luas.

Comment