Netral.co.id – Kejayaan Jerman di Piala Dunia seolah tinggal kenangan. Tim yang pernah dikenal sebagai spesialis turnamen besar itu kini justru identik dengan kegagalan yang terus berulang.
Dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir, Die Mannschaft selalu gagal melangkah jauh.
Ironisnya, mereka selalu disingkirkan oleh tim yang tak dijagokan sejak awal turnamen.
Rentetan hasil buruk itu dimulai pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Berstatus juara bertahan, Jerman secara mengejutkan tersingkir di fase grup usai kalah 0-2 dari Korea Selatan pada laga penentuan.
Kekalahan tersebut membuat mereka finis sebagai juru kunci grup dan mencatatkan salah satu hasil terburuk dalam sejarah sepak bola Jerman.
Empat tahun berselang di Piala Dunia 2022 Qatar, mimpi buruk kembali terulang. Kali ini Jepang menjadi batu sandungan. Kekalahan 1-2 pada laga pembuka membuat langkah Jerman kembali terhambat. Meski berhasil mengalahkan Kosta Rika pada pertandingan terakhir, hasil itu tidak cukup untuk membawa mereka lolos ke babak 16 besar.
Harapan bangkit muncul di Piala Dunia 2026. Jerman berhasil melewati fase grup dan melaju ke babak 32 besar. Namun, langkah mereka kembali terhenti setelah dikalahkan Paraguay lewat drama adu penalti dengan skor 3-4, setelah bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan.
Kekalahan tersebut semakin memperpanjang catatan buruk Jerman di ajang Piala Dunia. Dalam tiga edisi beruntun, mereka selalu gagal memenuhi ekspektasi dan tak mampu menembus fase-fase akhir turnamen.
Dari Korea Selatan, Jepang, hingga Paraguay, tiga tim yang berstatus kuda hitam berhasil menciptakan kejutan besar dengan menyingkirkan salah satu negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia.
Kini, pertanyaan besar pun muncul. Mampukah Die Mannschaft mengakhiri kutukan ini dan kembali menjadi kekuatan yang disegani di Piala Dunia berikutnya? Ataukah masa kejayaan sang juara empat kali dunia benar-benar telah berakhir?

Comment