UNM Dorong Petani Sinjai Kembangkan Bibit Lada Tahan Penyakit lewat Cleft Grafting

30847c01 e280 4440 956f 506f4a75f91e 20260813 4394643881744004077

Sinjai, Netral.co.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM)Universitas Negeri Makassar (UNM) mendorong penguatan sektor pertanian lada di Desa Saotengnga, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, melalui penerapan teknologi pembibitan tahan penyakit dan digitalisasi pemasaran.

Program bertajuk “Transformasi Pembibitan Lada melalui Cleft Grafting, Rumah Pembibitan, dan Pemasaran Digital” tersebut digelar pada Sabtu 1 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.

Program tersebut dirancang untuk menjawab sejumlah persoalan yang dihadapi petani lada di Desa Saotengnga, terutama tingginya tingkat kematian bibit akibat penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan patogen Phytophthora capsici serta terbatasnya akses pemasaran produk.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah cleft grafting atau teknik penyambungan celah. Teknologi tersebut diterapkan dengan menyambungkan lada lokal (Piper nigrum L.) dengan batang bawah lada hutan (Piper colubrinum Link.) yang memiliki ketahanan terhadap penyakit tular tanah.

Melalui teknik tersebut, petani diharapkan dapat menghasilkan bibit lada yang lebih kuat dan memiliki daya tahan lebih baik terhadap penyakit yang selama ini menjadi salah satu kendala produksi.

Selain transfer teknologi, Tim PKM UNM juga memfasilitasi pembangunan satu unit Rumah Pembibitan Terstandar berukuran 3×4 meter. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi sarana produksi dan pengembangan bibit lada secara berkelanjutan bagi kelompok masyarakat setempat.

Program pemberdayaan juga tidak berhenti pada aspek budidaya. Tim PKM memberikan pelatihan pencatatan keuangan usaha serta digitalisasi pemasaran melalui WhatsApp Business dan katalog produk digital.

Pendekatan tersebut diarahkan agar kelompok tani tidak hanya mampu menghasilkan bibit berkualitas, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola usaha dan memperluas pasar melalui platform digital.

Kepala Desa Saotengnga, Andi Mappimanoma, mengapresiasi program yang dilakukan tim akademisi UNM tersebut. Menurutnya, teknologi dan fasilitas yang diberikan menjawab persoalan yang selama ini dihadapi petani lada di wilayahnya.

“Kami dari pemerintah desa menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Tim PKM UNM. Inovasi teknologi cleft grafting dan sarana rumah bibit ini sangat menjawab persoalan utama petani lada di Desa Saotengnga,” ujar Andi Mappimanoma, Sabtu 1 Agustus 2026.

Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan pendampingan, tetapi dapat berlanjut dan memberikan dampak terhadap kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Sipakainga, Hasniar AR. Ia menilai pelatihan dan fasilitas yang diberikan UNM membuka peluang bagi kelompoknya untuk mengembangkan pembibitan lada sebagai sumber pendapatan baru.

“Dengan pelatihan penyambungan bibit tahan penyakit, bantuan rumah bibit, serta pendampingan pemasaran digital ini, kami makin percaya diri untuk mengembangkan pembibitan lada sebagai sumber pendapatan baru kelompok,” kata Hasniar.

Kegiatan tersebut diikuti 27 anggota kelompok tani. Program dipimpin Dian Dwi Putri Ulan Sari Patongai, S.Pd., M.Pd. selaku ketua tim pengusul, bersama anggota tim dosen Dr. St. Fatmah Hiola, M.P. dan Magfirah Wahyu Ramadhani, S.Pd., M.Pd.

Sejumlah mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi UNM turut dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Melalui program ini, Tim PKM UNM menargetkan peningkatan kapasitas produksi bibit lada unggul sekaligus kemampuan kelompok dalam mengomersialkan produk. Pendekatan teknologi budidaya dan pemasaran digital tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai usaha lada di Desa Saotengnga.

Program pemberdayaan tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat perdesaan, khususnya melalui penguatan ekonomi masyarakat, inovasi pertanian, dan peningkatan kapasitas kelompok tani.

Comment