Netral.co.id – Alejandro Garnacho kembali menjadi sorotan publik Indonesia. Setelah sempat kesulitan saat menghadapi Asnawi Mangkualam bersama Timnas Argentina pada 2023, kini winger asal Argentina itu kembali dibuat tak berkutik ketika menghadapi Indonesia All Star.
Dalam laga uji coba melawan Aston Villa di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (1/8/2026), Garnacho dipercaya tampil sebagai starter di sektor sayap kiri. Namun, sepanjang 45 menit babak pertama, pergerakannya berhasil diredam oleh lini pertahanan Indonesia All Star sehingga gagal memberi ancaman berarti.
Meski Aston Villa akhirnya menang dengan skor 3-1, penampilan disiplin para pemain belakang Indonesia All Star mendapat banyak apresiasi. Mereka mampu meminimalkan ruang gerak Garnacho lewat permainan kolektif dan kerja sama yang solid.
Pelatih Indonesia All Star, Kurniawan Dwi Yulianto, mengungkapkan bahwa keberhasilan meredam Garnacho bukan karena menjaga satu lawan satu, melainkan hasil kerja sama seluruh tim. Menurutnya, setiap kali Garnacho menguasai bola, para pemain langsung melakukan cover dan saling menutup ruang agar sang winger kesulitan mengembangkan permainan.
“Karena kami hanya latihan sehari, persiapannya lebih ke membangun kekompakan sebagai tim. Saat Garnacho pegang bola, pemain harus saling membantu, melakukan cover, dan menutup ruang. Intinya kami ingin selalu punya solusi, baik saat menyerang maupun bertahan,” ujar Kurniawan.
Momen ini mengingatkan publik pada pertandingan FIFA Matchday Indonesia kontra Argentina pada Juni 2023. Saat itu, Asnawi Mangkualam menjadi sorotan karena tampil disiplin mengawal sisi pertahanan Garuda. Ketika Garnacho masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua, bek Timnas Indonesia tersebut beberapa kali mampu membatasi pergerakannya hingga aksinya tak berkembang seperti yang diharapkan.
Kini, tiga tahun berselang, Garnacho kembali merasakan ketatnya pertahanan wakil Indonesia. Bedanya, kali ini bukan hanya satu pemain, melainkan kerja sama solid Indonesia All Star yang membuat bintang muda tersebut kesulitan menunjukkan performa terbaiknya di hadapan puluhan ribu suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Comment