Ketua PPP Sulsel Akui Merasa Kehilangan saat Bupati Sinjai Gabung ke Gerindra, Tapi…

IMG 0290

Screenshot

Makassar, Netral.co.id – Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan, Ilham Ari Fauzi AU, mengakui merasa kehilangan setelah Bupati Sinjai Ratnawati Arif memutuskan bergabung dengan Partai Gerindra dan dikukuhkan sebagai Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sinjai.

Meski demikian, Ilham menegaskan Ratnawati bukan kader PPP. Menurutnya, Ratnawati memang diusung PPP bersama Gerindra pada Pilkada Sinjai, tetapi tidak pernah tercatat sebagai kader partai berlambang Ka’bah tersebut.

“Kalau merasa kehilangan, ya mungkin ada rasa kehilangan. Tetapi insya Allah silaturahmi tetap terjaga. Bantuan dan komunikasi juga tetap berjalan dengan baik,” ujar Ilham saat ditemui di Hotel Melia Makassar, Jumat (7/8/2026).

Ilham menilai keputusan kepala daerah bergabung dengan partai politik tertentu merupakan hal yang lumrah. Setelah menjadi kepala daerah, kata dia, seorang pemimpin memiliki tanggung jawab yang lebih luas karena tidak hanya membawa kepentingan partai, tetapi juga kepentingan masyarakat dan daerah yang dipimpinnya.

“Kalau seperti itu saya rasa lumrah, sangat lumrah. Mengingat banyak pertimbangan, apalagi kalau yang bersangkutan sudah menjadi kepala daerah. Artinya, bukan hanya kepentingan partai yang dibawa, tetapi juga kepentingan daerah yang dipimpinnya,” katanya.

Ia pun meminta dinamika politik seperti ini disikapi secara dewasa. Menurut Ilham, perpindahan atau bergabungnya kepala daerah ke partai tertentu juga terjadi di sejumlah daerah lain.

Namun, Ilham meluruskan anggapan bahwa Ratnawati keluar dari PPP setelah bergabung dengan Gerindra. Ia menegaskan sejak awal Ratnawati tidak pernah terdaftar sebagai kader PPP.

“Beliau memang diusung oleh PPP dan Gerindra. Namun, beliau memang belum pernah memakai jaket PPP dan tidak terdaftar sebagai kader. Jadi, beliau bukan keluar dari PPP,” tegasnya.

Karena itu, PPP tidak memberikan sanksi apa pun kepada Ratnawati. Ilham memastikan komunikasi dan hubungan baik dengan keluarga Bupati Sinjai tersebut tetap terjaga.

Terlebih, putra Ratnawati, Achmad Fauzan Guntur, masih menjabat sebagai anggota DPRD Sulsel periode 2024–2029 dari Fraksi PPP.

“Beliau tetap menjadi anggota dewan dari PPP dan tetap berkontribusi untuk PPP. Tidak ada sanksi, karena PPP ini bukan sekadar partai, tetapi juga satu keluarga,” ujar Ilham.

Di sisi lain, Ilham memastikan PPP tetap memiliki kekuatan politik di Kabupaten Sinjai meski Ratnawati kini memimpin Gerindra di daerah tersebut.

“Untuk Sinjai sendiri, kita tidak kehilangan kekuatan atau menjadi kosong. Kita masih memiliki tiga kursi di sana, dan pimpinan komisi juga ada dari PPP. Jadi kondisinya tidak terlalu berpengaruh,” katanya.

Ilham juga meluruskan pernyataannya mengenai Ratnawati sebagai bupati pertama dari PPP di Sulawesi Selatan. Ia menegaskan, yang dimaksud adalah Ratnawati merupakan bupati pertama di Sulsel yang diusung PPP, bukan bupati yang merupakan kader PPP.

“Maksudnya, bupati pertama yang diusung oleh PPP di Sulawesi Selatan. Iya, betul,” tutupnya.

Comment