Makassar, Netral.co.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Zona II di Hotel The Rindra Makassar, Minggu (19/4).
Muscab Zona II ini diikuti oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB dari tiga daerah, yakni Kabupaten Takalar, Kabupaten Gowa, dan Kota Makassar.
Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad, dalam sambutannya menegaskan pentingnya memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah, khususnya Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting.
Menurutnya, PAC dan ranting merupakan garda terdepan partai yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Jangan pernah mengabaikan PAC dan ranting. Mereka yang berhadapan langsung dengan konstituen. Ketika ada persoalan di masyarakat, mereka yang pertama dihubungi,” ujarnya.
Ia menyoroti fenomena umum di partai politik, di mana struktur tingkat bawah kerap hanya diperhatikan menjelang pemilu.
Padahal, peran mereka sangat strategis dalam menjaga eksistensi dan kekuatan partai.
Azhar juga mengingatkan agar para anggota legislatif dan pengurus partai tidak melupakan kontribusi PAC dan ranting, serta tetap melibatkan mereka dalam struktur kepengurusan di tingkat DPC.
Selain itu, ia menekankan bahwa PKB saat ini tengah bertransformasi menuju partai yang lebih modern dan adaptif terhadap tantangan politik ke depan.
“Partai harus mampu beradaptasi. Tantangan ke depan semakin berat dan membutuhkan energi besar,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Azhar turut menyoroti posisi strategis Kota Makassar sebagai “etalase” kawasan Indonesia timur, serta perkembangan signifikan yang dicapai Kabupaten Takalar.
Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat kader lengah.
“Partai lain juga terus bergerak. Karena itu, infrastruktur partai harus diperkuat, terutama di tingkat ranting dan PAC,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal partai.
Menurutnya, konflik internal harus diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak langsung dibawa ke ruang publik.
“Kekuatan utama PKB adalah soliditas. Jika ada masalah, bicarakan bersama. Kita ini satu keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Tim Lima sekaligus Juru Bicara DPW PKB Sulsel, Wawan Mattaliu, menjelaskan bahwa proses rekrutmen calon ketua DPC dilakukan secara terbuka dan sistematis.
Ia menyebutkan, tahapan uji kelayakan dan kepatutan (UKK) bagi calon ketua DPC akan berlangsung hingga akhir April 2026.
“UKK tahap pertama dan kedua untuk calon ketua DPC ditargetkan selesai akhir bulan ini. Proses ini melibatkan pihak ketiga, yakni Universitas Negeri Makassar,” jelasnya.
Tahapan seleksi meliputi pemetaan kandidat oleh Tim Lima, uji kompetensi melalui fit and proper test, serta wawancara oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB sebelum penetapan ketua terpilih.
Melalui Muscab ini, PKB Sulsel menargetkan terbentuknya kepengurusan yang solid dan mampu memperkuat basis partai hingga tingkat akar rumput.

Comment