Momen Sejarah di Era Bupati Syahar, Salat Id Sidrap Kembali ke Stadion Ganggawa

IMG 5121

Screenshot

Sidrap, Netral.co.id — Pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Stadion Ganggawa, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, berlangsung khidmat dan penuh haru, Sabtu (21/3/2026).

Ribuan masyarakat memadati lapangan stadion sejak pagi hari, menjadikannya salah satu momentum kebersamaan terbesar di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Salat Id tahun ini memiliki makna tersendiri. Di masa kepemimpinan Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, bersama Wakil Bupati Nurkanaah, pelaksanaan salat Id tingkat kabupaten kembali digelar di ruang terbuka Stadion Ganggawa, setelah hampir dua dekade sebelumnya lebih sering dipusatkan di Masjid Agung Pangkajene.

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai wilayah, khususnya Kecamatan Maritengngae, datang membawa sajadah masing-masing. Suasana penuh kekhusyukan terasa saat jemaah melaksanakan ibadah di bawah langit terbuka.

Dalam pelaksanaan tersebut, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Sidrap menetapkan Ustaz Nurtaufik sebagai khatib. Sementara itu, imam dipercayakan kepada H. Irwan, dengan mubalig H. Hasyim.

Turut hadir Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Nurkanaah, Ketua DPRD Sidrap H. Takyuddin Masse, Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Kepala Kemenag Sidrap Dr. H. Fitriady, serta unsur Forkopimda Sidrap.

Sebelum pelaksanaan, panitia telah melakukan pengukuran arah kiblat pada 16 Maret 2026. Kepala Kemenag Sidrap, Dr. H. Fitriady, menjelaskan arah kiblat di Stadion Ganggawa ditetapkan pada azimut 292 derajat, sesuai arah Ka’bah, guna memastikan kesempurnaan ibadah sesuai syariat Islam.

Dalam sambutannya, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa Idulfitri menjadi momentum memperkuat persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam membangun daerah.

Dengan suara bergetar menahan haru, ia menyampaikan komitmennya untuk membawa Sidrap menjadi daerah terbaik di Indonesia.

“Melalui filosofi Saromase Sidenreng Rappang, kita satukan ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun daerah ini. Kami ingin Sidrap menjadi lumbung beras, telur, dan energi terbarukan terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Ia juga memaparkan capaian satu tahun kepemimpinannya, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang signifikan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 74 atau naik sekitar 7,5 poin, serta raihan sekitar 30 penghargaan di berbagai bidang.

Di sektor pertanian, hasil panen meningkat dari sekitar Rp30 juta per hektare menjadi Rp75 juta hingga Rp90 juta per hektare. Capaian ini menempatkan Sidrap sebagai yang terbaik di Sulawesi Selatan dan peringkat 16 secara nasional.

Selain itu, angka kemiskinan tercatat sebesar 4,91 persen, produksi gabah kering panen mencapai sekitar 500 ribu ton pada 2025, serta produksi telur mencapai 5 juta butir. Pemerintah juga menargetkan perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 554 kilometer pada 2025–2026 serta pengembangan irigasi IP 300 untuk mendukung ketahanan pangan.

Pada kesempatan yang sama, diumumkan hasil lomba takbiran antar-masjid tingkat kabupaten. Juara pertama diraih Masjid Agung Kecamatan Maritengngae dengan hadiah Rp55 juta, disusul Masjid Nurul Salam Dea Kecamatan Baranti di posisi kedua, dan Masjid Hikmah Desa Tanete di posisi ketiga.

Adapun juara harapan satu diraih Masjid Raya Rappang Kecamatan Panca Rijang, harapan dua Masjid Rahmat Desa Talumae Bendoro Kecamatan Watang Sidenreng, serta kategori favorit diraih Masjid Adam Malik Empagae.

Dalam khutbahnya, Ustaz Nurtaufik mengajak jemaah memaknai Ramadan sebagai proses perjuangan spiritual yang melahirkan kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial.

“Idulfitri adalah kemenangan setelah perjuangan panjang menahan diri. Mari kita jaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Pelaksanaan salat Id di Stadion Ganggawa tahun ini tidak hanya menjadi ibadah rutin tahunan, tetapi juga simbol kuat persatuan dan kebangkitan semangat masyarakat Sidrap menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.

Comment