Pelatih Inggris Akui Keputusannya Sudah Benar Ubah Taktik Bertahan saat Unggul dari Argentina, Tak Menyesal Meski Kena Comeback Messi Cs

IMG 9438


Netral.co.id – Kekalahan dramatis Inggris dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 tidak membuat Thomas Tuchel menyesali keputusan taktis yang diambilnya di tengah pertandingan. Meski The Three Lions harus tersingkir setelah kalah 1-2, pelatih asal Jerman itu tetap yakin perubahan strategi yang dilakukannya sudah tepat berdasarkan situasi di lapangan.

Inggris sempat berada di atas angin setelah Anthony Gordon mencetak gol pembuka pada menit ke-56 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. 

Namun keunggulan tersebut gagal dipertahankan setelah Argentina membalikkan keadaan di penghujung laga melalui Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.

Sorotan tertuju pada keputusan Tuchel mengubah pendekatan permainan ketika Inggris unggul. Ia memilih beralih ke skema lima bek untuk memperkuat pertahanan setelah melihat timnya mulai kesulitan menghadapi tekanan Argentina.

Menurut Tuchel, keputusan tersebut diambil karena Inggris terlalu sering kehilangan duel dan memberikan ruang yang berbahaya di lini belakang. Karena itu, ia merasa perlu menambah jumlah pemain bertahan untuk menjaga keunggulan.

“ Saya memutuskan beralih ke formasi lima bek karena terlalu banyak celah di lini pertahanan dan Argentina memenangkan hampir setiap duel udara. Kalau hasilnya tidak berakhir baik, tentu mudah untuk mengatakan bahwa keputusan saya salah,” ujar Tuchel usai pertandingan.

Meski strategi itu pada akhirnya gagal mengantarkan Inggris ke final, Tuchel menegaskan tidak ada penyesalan dalam dirinya. Ia justru menilai timnya telah menunjukkan performa yang sangat baik sepanjang turnamen, termasuk saat menghadapi Argentina.

“Namun, saya sama sekali tidak menyesal. Kami memainkan salah satu pertandingan terbaik kami, bahkan mungkin yang terbaik,” kata Tuchel.

Ia juga menilai perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 tidaklah mudah. Menurutnya, skuad asuhannya harus menghadapi banyak tantangan, mulai dari ketatnya persaingan di fase grup, jadwal perjalanan yang panjang, hingga kondisi cuaca yang ekstrem.

“Kami berada di grup yang sangat berat, menghadapi tim-tim yang sangat kuat, harus menempuh banyak perjalanan, bermain di dataran tinggi, bermain dengan 10 pemain, dan bertanding dalam cuaca yang sangat panas. Kami berhasil mengatasi setiap rintangan, dan hari ini kami sekali lagi nyaris meraih hasil yang kami inginkan,” ucap Tuchel.

Kendati gagal mencapai final, Tuchel menegaskan bahwa penampilan Inggris di Piala Dunia 2026 tetap layak diapresiasi. Sementara itu, Argentina melaju ke partai puncak dan menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia mereka.

Comment