Makassar, Netral.co.id – Ketua DPRD Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi alias Cicu membagikan perjalanan panjangnya sebagai politisi perempuan kepada mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Empat periode menjadi legislator, Cicu mengaku perjalanan tersebut tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Terlebih, ia justru berasal dari latar belakang pendidikan kedokteran dan tidak memiliki background politik maupun organisasi politik.
Hal itu disampaikan Cicu saat menjadi pembicara dalam Kuliah Umum dan Seminar Kepemimpinan Mahasiswa Baru Fakultas Hukum UMI di Auditorium Aljibra, Selasa (6/10/2026).
Di hadapan mahasiswa, Cicu menceritakan bagaimana dirinya bisa terjun ke dunia politik hingga dipercaya menduduki posisi Ketua DPRD Sulsel. Ia mengatakan dirinya pertama kali menjadi anggota DPRD saat masih berusia 24 tahun.
“Saya ingin menyampaikan pengalaman saya sampai bisa duduk di kursi Ketua DPRD Sulsel dengan tidak memiliki background politik, organisasi politik tapi bisa menjadi politisi 4 periode,” ujar Cicu.
Cicu mengaku hingga saat ini masih merasa tidak menyangka dengan pilihan profesinya sebagai wakil rakyat. Menurutnya, perjalanan tersebut menjadi pengalaman yang tidak pernah direncanakan sejak awal.
“Saya pun sebenarnya sampai saat ini kurang-kurang percaya saya bisa memilih profesi sebagai wakil rakyat padahal ilmu yang saya punya ilmu kedokteran. Saya pertama kali jadi anggota DPRD di usia 24 tahun,” jelasnya.
Berbekal pengalaman tersebut, Cicu mengajak mahasiswa UMI untuk tidak takut memiliki cita-cita dan berani mengambil kesempatan. Ia menilai latar belakang pendidikan bukan alasan untuk membatasi diri dalam menentukan masa depan.
“Jadi hari ini saya ingin sampaikan ke adik-adik adalah berani bermimpi berani memimpin, karena itu kampus ini adalah inkubator kita belajar menjadi seorang pemimpin,” paparnya.
Menurut Cicu, kemampuan kepemimpinan tidak hanya diperoleh dari pembelajaran di dalam kelas. Interaksi sosial dan pengalaman berorganisasi di lingkungan kampus juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter seorang pemimpin.
“Menjadi seorang pemimpin itu tidak dipelajari di kelas, tapi lewat interaksi sosial kita sehari-sehari dan kampus inkubator dunia sosial yang sebenarnya,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Cicu juga menyinggung pentingnya mahasiswa memahami ilmu hukum. Menurutnya, pengetahuan hukum sangat dibutuhkan dalam menjalankan berbagai profesi, termasuk tugasnya sebagai Ketua DPRD Sulsel.
“Dalam beberapa profesi yang ada, literasi hukum itu sangat membutuhkan ilmu hukum dalam implementasi di pekerjaan kita. Contohnya saya di DPRD, setiap hari kami membahas terkait anggaran, terkait peraturan daerah dan fungsi pengawasan,” ungkapnya.
Cicu mengatakan pekerjaannya sebagai wakil rakyat membuat dirinya berhadapan dengan berbagai aturan dan ketentuan hukum. Karena itu, ia menilai pemahaman terhadap ilmu hukum akan menjadi bekal penting bagi seseorang dalam menjalankan profesinya.
Atas alasan tersebut, Cicu mengaku tertarik dengan tawaran Fakultas Hukum UMI untuk melanjutkan pendidikan S1. Ia bahkan mempertimbangkan untuk kembali menjadi mahasiswa dan memperdalam ilmu hukum.
“Tentu itu membutuhkan literasi hukum yang jelas, aturan-aturan yang membatasi kami dalam melakukan fungsi-fungsi. Sehingga tawaran sebagai Fakultas Hukum UMI begitu menarik untuk saya dan rasa-rasanya perlu saya pikirkan secara mendalam untuk saya menjadi salah satu mahasiswa S1 UMI ke depannya,” pungkasnya.

Comment