Demokrat Genap 25 Tahun, Ni’matullah Ingatkan Kembali Jati Diri Partai

IMG 1974

Ni’matullah Erbe

MAKASSAR — Partai Demokrat genap berusia 25 tahun. Momentum tersebut dimanfaatkan Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan Ni’matullah untuk mengingatkan kembali jati diri dan nilai-nilai dasar yang menjadi landasan berdirinya partai.

Dalam refleksinya bertajuk “25 Tahun Partai Demokrat, Sebuah Pengingat”, Ni’matullah menguraikan kembali posisi partai politik sebagai wadah perjuangan bersama sekaligus saluran aspirasi masyarakat.

Menurutnya, sejak awal Partai Demokrat membawa misi membangun tradisi politik baru, melahirkan tokoh-tokoh politik baru yang demokratis, serta mendorong dan mengupayakan perdamaian.

Ni’matullah menilai, dinamika politik Indonesia selama ini masih diwarnai sejumlah tradisi yang dinilai destruktif, seperti politik uang, politik transaksional, fitnah hingga intrik untuk menjatuhkan lawan politik.

Karena itu, kata dia, Partai Demokrat sejak awal hadir dengan semangat menghadirkan tradisi politik yang lebih elegan, beradab dan konstruktif.

Ia juga menekankan pentingnya proses rekrutmen dan kaderisasi dalam menjaga kualitas institusi partai. Menurutnya, kader yang memiliki kapasitas dan kepedulian terhadap masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menghadirkan lembaga eksekutif dan legislatif yang kuat.

Selain itu, Ni’matullah kembali mengingatkan salah satu misi utama Partai Demokrat, yakni menjaga perdamaian. Ia menyebut situasi konflik di sejumlah wilayah Indonesia pada masa awal berdirinya Demokrat menjadi salah satu konteks penting yang melatarbelakangi perhatian partai terhadap perdamaian dan stabilitas bangsa.

Dalam refleksinya, Ni’matullah juga menyebut Partai Demokrat sebagai partai tengah dengan semboyan nasionalis religius. Ia menegaskan tiga ciri utama yang semestinya melekat pada kader Demokrat, yakni cerdas, santun dan bersih.

Menurutnya, kader Demokrat harus terus meningkatkan kapasitas intelektual, mampu menjaga komunikasi dengan santun, serta menjaga integritas dalam kehidupan politik maupun dalam mencari penghasilan dan mengumpulkan harta.

“Cerdas, santun dan bersih,” menjadi nilai yang disebut Ni’matullah sebagai identitas dan kualitas utama kader Partai Demokrat.

Memasuki usia 25 tahun, Ni’matullah mengajak seluruh kader tidak hanya melihat perjalanan partai dari sisi statistik maupun pencapaian yang tampak di permukaan.

Ia mengingatkan pentingnya melakukan evaluasi terhadap arah perjalanan partai dan memastikan nilai-nilai yang menjadi dasar pendiriannya tetap relevan dalam kehidupan politik saat ini.

“Apakah kita masih berjalan di atas rel niat baik pendirian partai? Atau apakah tanpa sadar kita sudah mengingkari relevansi pendirian partai?” tulis Ni’matullah.

Ia menilai, kejujuran dalam melakukan evaluasi terhadap perjalanan partai menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan masa depan Partai Demokrat.

Comment