Nyaris Masuk Jurang, Ketika Petugas Kesehatan Makassar Bertaruh Nyawa Tembus Pegunungan Bantu Korban Gempa NTT

Bukan sekadar perjalanan menuju lokasi bencana. Tim Emergency Medical Team (EMT) Komposit Makassar harus mempertaruhkan keselamatan saat menembus jalur pegunungan ekstrem di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ambulans yang membawa tim medis tiba-tiba mogok di tanjakan terjal berbatu. Posisi kendaraan berada di tepi tebing, sementara jurang menganga tepat di bawahnya. (Foto: Netral.co.id/F.R)

Ende, Netral.co.id – Bukan sekadar perjalanan menuju lokasi bencana. Tim Emergency Medical Team (EMT) Komposit Makassar harus mempertaruhkan keselamatan saat menembus jalur pegunungan ekstrem di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam video yang beredar, ambulans yang membawa tim medis tiba-tiba mogok di tanjakan terjal berbatu. Posisi kendaraan berada di tepi tebing, sementara jurang menganga tepat di bawahnya.

“Mobil kami mogok di atas tebing, hampir kami jatuh di jurang karena mundur,” ujar salah seorang petugas dalam video.

Situasi pun berubah menegangkan. Sejumlah petugas turun dari ambulans, memegang sisi kendaraan dan mengganjal roda dengan batu untuk mencegah mobil meluncur mundur ke jurang.

Medan ekstrem bukan satu-satunya tantangan. Gempa juga membuat fasilitas kesehatan dan tenaga medis lokal ikut terdampak.

Bahkan, terdapat puskesmas yang sebelumnya melayani masyarakat selama 24 jam, kini harus beralih menjadi posko pelayanan kesehatan karena sejumlah petugasnya turut menjadi korban bencana.

Namun, perjalanan berbahaya itu tak menghentikan langkah mereka.

Pada 31 Agustus 2026, Tim EMT Komposit Makassar berhasil menjangkau Desa Wolokota dan Desa Kekasewa, Kecamatan Ndona, melalui Posko Puskesmas Ngalupolo.

Sebanyak 138 warga mendapat pemeriksaan kesehatan, pengobatan rawat jalan hingga skrining tanda-tanda vital. Tim juga menyerahkan obat-obatan serta memberikan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan pencegahan penyakit menular.

Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Indonesia dari Makassar ini bertugas selama 14 hari, sejak 24 Agustus hingga 6 September 2026, untuk memastikan warga terdampak bencana di pelosok Ende tetap mendapatkan pelayanan kesehatan.

Comment