Harga Pakan Melambung, Harga Telur Anjlok, Legislator Heriwawan Siap Kawal Nasib Peternak

IMG 0371

Sejumlah legislator Sulsel saat menerima aspirasi peternak, diantaranya Heriwawan, Irfan AB, hingga Zulfikar Limolang/Ist

Makassar, Netral.co.id – Aksi tak biasa dilakukan pengusaha dan peternak ayam petelur Sulawesi Selatan di Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (10/8/2026). Di tengah aksi menyampaikan aspirasi, para peternak membagikan ayam dan telur kepada masyarakat yang melintas.

Aksi tersebut menjadi simbol keprihatinan peternak yang mengaku sudah sekitar empat bulan mengalami kerugian. Harga telur di tingkat peternak anjlok, sementara harga pakan tetap tinggi sehingga biaya produksi semakin berat.

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi B DPRD Sulsel, Heriwawan. Ia menegaskan, perjuangan para peternak merupakan bagian dari perjuangan DPRD Sulsel dan aspirasi tersebut akan dikawal hingga ditemukan solusi.

“Perjuangan bapak ibu sebagai peternak adalah perjuangan kami di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan,” tegas Heriwawan.

Heriwawan memastikan aspirasi yang disampaikan peternak tidak berhenti di meja DPRD. Jika persoalan tersebut berkaitan dengan regulasi atau kebijakan nasional, pihaknya siap mengawal dan mengomunikasikannya melalui anggota DPR RI asal Sulsel yang berada di Senayan.

Menurut Heriwawan, DPRD Sulsel akan melihat secara menyeluruh persoalan yang dihadapi peternak, mulai dari tingginya biaya pakan hingga rendahnya harga jual telur. Pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dinilai perlu mengambil langkah agar kondisi tersebut tidak semakin membebani peternak.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Zulfikar Limolang, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Kita tindaklanjuti, gelar RDP dulu, panggil dinas terkait, Dinas Peternakan, Dinas TPHP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Nanti kita lihat seperti apa permasalahan yang sebetulnya,” kata Zulfikar.

Menurutnya, apabila persoalan tersebut membutuhkan intervensi pemerintah pusat, Komisi B DPRD Sulsel siap meneruskan aspirasi tersebut ke Kementerian Pertanian bersama Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian dan peternakan.

Rakyat Sulawesi, Basuki Suyuti, mengatakan harga telur di tingkat peternak saat ini hanya berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram. Harga tersebut masih jauh dari target awal Rp24.000 maupun Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp26.500 per kilogram.

Jika dihitung dalam satuan rak, harga telur di tingkat peternak saat ini hanya sekitar Rp38.000 hingga Rp40.000 per rak.

“Kondisi di lapangan hari ini adalah Rp20.000–Rp21.000 per kilogram. Masih jauh dari target awal yang Rp24.000 atau target HAP Rp26.500 per kilogram. Itu sekitar Rp38.000 sampai Rp40.000 per rak,” kata Basuki.
Menurut Basuki, kondisi tersebut membuat peternak harus menanggung kerugian setiap hari karena harga jual telur tidak sebanding dengan biaya produksi.

“Dampaknya ke peternak adalah harga pakan cukup tinggi, harga telur anjlok, sehingga setiap hari kita harus nomboki Rp3.000 sampai Rp4.000 per rak telur,” ujarnya.

Basuki mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung sekitar empat bulan. Karena terus mengalami kerugian, peternak akhirnya memilih membagikan ayam dan telur kepada masyarakat sebagai bentuk keprihatinan sekaligus gambaran kondisi usaha mereka.

Comment