Sidrap, Netral.co.id — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatat sejarah baru dalam kinerja perekonomiannya. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan, laju pertumbuhan ekonomi Sidrap pada tahun 2025 mencapai 7,71 persen, tertinggi di antara 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Capaian tersebut merujuk pada publikasi Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2022–2025. Angka ini sekaligus menjadi pertumbuhan tertinggi yang pernah dicapai Sidrap dalam delapan tahun terakhir.
Kabupaten Sidenreng Rappang berhasil melampaui sejumlah daerah lain seperti Luwu dengan pertumbuhan 7,43 persen, Wajo 7,16 persen, Gowa 7,04 persen, dan Jeneponto 6,59 persen. Dengan capaian tersebut, Sidrap resmi menempati peringkat pertama pertumbuhan ekonomi tingkat kabupaten/kota di Sulawesi Selatan tahun 2025.
Jika ditarik ke belakang, perjalanan ekonomi Sidrap menunjukkan dinamika yang cukup tajam. Pada 2018, pertumbuhan ekonomi berada di angka 5,02 persen dan sedikit menurun menjadi 4,65 persen pada 2019. Tahun 2020 menjadi titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, di mana ekonomi Sidrap mengalami kontraksi minus 0,59 persen akibat dampak pandemi Covid-19.
Memasuki 2021, pemulihan mulai terlihat dengan pertumbuhan melonjak ke 5,54 persen. Namun laju tersebut kembali melandai pada 2022 di angka 4,86 persen dan turun lebih rendah pada 2023 menjadi 3,28 persen. Pada 2024, ekonomi Sidrap mulai menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan 4,05 persen. Momentum ini kemudian berlanjut menjadi akselerasi kuat pada 2025 hingga mencapai 7,71 persen.
Kenaikan dari 4,05 persen pada 2024 menjadi 7,71 persen pada 2025 menunjukkan lonjakan sebesar 3,66 poin persentase dalam satu tahun. Ini menjadi peningkatan tertinggi dalam kurun waktu pascapandemi sekaligus menandai fase akselerasi pembangunan ekonomi daerah.
Pertumbuhan ekonomi daerah diukur melalui PDRB atas dasar harga konstan yang menggambarkan peningkatan volume produksi barang dan jasa. Secara umum, struktur ekonomi Sidrap ditopang sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan, konstruksi, serta jasa lainnya. Sebagai daerah dengan basis pertanian yang kuat, kontribusi sektor tanaman pangan dan komoditas unggulan dinilai menjadi penopang utama pertumbuhan.
Di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif, pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor unggulan serta menjaga stabilitas ekonomi lokal. Konsolidasi kebijakan pembangunan, peningkatan produktivitas, dan dorongan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat menjadi faktor penting dalam percepatan pertumbuhan tersebut.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh masyarakat Sidrap. Pemerintah memastikan arah kebijakan tepat, sementara kekuatan utama ada pada kerja keras rakyat,” ujar Syaharuddin.
Ia menegaskan bahwa pertumbuhan tinggi bukan sekadar capaian statistik, tetapi fondasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Kami akan menjaga momentum ini agar pertumbuhan tetap berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga,” tutupnya.

Comment