banner 10250x250
News  

Muslimat NU Dukung Penuh Indira Yusuf Ismail Sukseskan Program Edukasi Perempuan dan Anak Usia Dini

Ketua TP-PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh organisasi perempuan yang ada di Kota Makassar untuk menyukseskan berbagai program pengembangan masyarakat yang digagas oleh organisasi perempuan ataupun Pemerintah Kota Makassar. “Sudah banyak organisasi-organisasi perempuan, semua harus bergerak, lebih bagus program ke pengembangan masyarakat,” katanya. Demikian disampaikan oleh Indira pada audiensi yang dilakukan oleh calon pengurus baru Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Makassar, di Kediaman Wali Kota Makassar, Jalan Amirullah, Rabu (4/1/2023). Indira menuturkan semakin banyak organisasi perempuan yang terbentuk, tentu seharusnya akan semakin banyak pula jumlah pengurus lembaga perempuan yang mampu membantu dan mendukung menyelesaikan masalah pengembangan masyarakat. “Lahirnya organisasi perempuan seperti ini memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak sedikit untuk anak dan masyarakat,” tegasnya. Lalu, kata Indira, kendati telah banyak organisasi perempuan, penyelesaian masalah tidak akan maksimal jika setiap lembaga jalan dengan program kerjanya sendiri tanpa ada tujuan bersama yang ingin dicapai. Oleh karena itu, dirinya menekankan agar calon pengurus baru Muslimat NU serta seluruh lembaga perempuan membentuk program yang sejalan dengan program pengembangan masyarakat dari TP-PKK maupun Pemkot Makassar. “Perlu kita turun sama-sama dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing, dengan adanya organisasi-organisasi perempuan ini tentunya kita punya program sendiri untuk itu, lalu kita bisa berkolaborasi. Ini khusus untuk Kota Makassar banyak yang perlu kita kerjakan bersama,” tukasnya. Indira sendiri menganggap program pengembangan masyarakat seperti pemberian edukasi kepada para perempuan atau ibu serta kepada anak usia dini sangat penting. Sebab, anak-anak usia dini lah yang akan menjadi penerus generasi masa depan sehingga perlu didikan yang baik dari ibu dan lingkungannya. “Jika para ibu teredukasi, maka mereka akan menerapkan didikan yang baik dengan cara tersendiri. Juga Ibu yang hamil banyak stress dan tidak merawat diri sehingga lahirlah anak-anak stunting,” jelasnya. Lanjut, agar edukasi dapat maksimal, kata Indira, perlu dilakukan secara langsung di Lorong-lorong wisata. Menurutnya, edukasi langsung memberikan hasil yang lebih efektif. “Kita langsung turun. Kita susun kembali program kita, langsung kita turun ke masyarakat saja, itu lebih efektif,” ujarnya. Sementara, Muslimat (NU) Kota Makassar mendukung penuh gagasan tersebut. Ketua Umum Terpilih, Husna Alimuddin, bersama Ex Ketua Umum, Sukriah, serta beberapa calon pengurus yang turut hadir menyampaikan komitmennya siap mendukung berbagai program pengembangan Masyarakat yang digagas oleh Indira Yusuf Ismail maupun Pemkot Makassar. “Karena belum dikukuhkan kami belum ada program, Insya Allah ada program dari Ibu kami siap membantu. Dari DP3A kami diminta program melek baca Al-quran di lorong-lorong, untuk sementara 2 lorong dulu. Kami ingin menyatakan diri bahwa kami siap mendukung,” ujar Husna Alimuddin.
Ist

Netral.co.id, Makassar, – Ketua TP-PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh organisasi perempuan yang ada di Kota Makassar untuk menyukseskan berbagai program pengembangan masyarakat yang digagas oleh organisasi perempuan ataupun Pemerintah Kota Makassar.

“Sudah banyak organisasi-organisasi perempuan, semua harus bergerak, lebih bagus program ke pengembangan masyarakat,” katanya.

Demikian disampaikan oleh Indira pada audiensi yang dilakukan oleh calon pengurus baru Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Makassar, di Kediaman Wali Kota Makassar, Jalan Amirullah, Rabu 4 januari 2023.

Indira menuturkan semakin banyak organisasi perempuan yang terbentuk, tentu seharusnya akan semakin banyak pula jumlah pengurus lembaga perempuan yang mampu membantu dan mendukung menyelesaikan masalah pengembangan masyarakat.

“Lahirnya organisasi perempuan seperti ini memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak sedikit untuk anak dan masyarakat,” tegasnya.

Lalu, kata Indira, kendati telah banyak organisasi perempuan, penyelesaian masalah tidak akan maksimal jika setiap lembaga jalan dengan program kerjanya sendiri tanpa ada tujuan bersama yang ingin dicapai.

Oleh karena itu, dirinya menekankan agar calon pengurus baru Muslimat NU serta seluruh lembaga perempuan membentuk program yang sejalan dengan program pengembangan masyarakat dari TP-PKK maupun Pemkot Makassar.

“Perlu kita turun sama-sama dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing, dengan adanya organisasi-organisasi perempuan ini tentunya kita punya program sendiri untuk itu, lalu kita bisa berkolaborasi. Ini khusus untuk Kota Makassar banyak yang perlu kita kerjakan bersama,” tukasnya.

Indira sendiri menganggap program pengembangan masyarakat seperti pemberian edukasi kepada para perempuan atau ibu serta kepada anak usia dini sangat penting.

Sebab, anak-anak usia dini lah yang akan menjadi penerus generasi masa depan sehingga perlu didikan yang baik dari ibu dan lingkungannya.

“Jika para ibu teredukasi, maka mereka akan menerapkan didikan yang baik dengan cara tersendiri. Juga Ibu yang hamil banyak stress dan tidak merawat diri sehingga lahirlah anak-anak stunting,” jelasnya.

Lanjut, agar edukasi dapat maksimal, kata Indira, perlu dilakukan secara langsung di Lorong-lorong wisata. Menurutnya, edukasi langsung memberikan hasil yang lebih efektif.

“Kita langsung turun. Kita susun kembali program kita, langsung kita turun ke masyarakat saja, itu lebih efektif,” ujarnya.

Sementara, Muslimat (NU) Kota Makassar mendukung penuh gagasan tersebut. Ketua Umum Terpilih, Husna Alimuddin, bersama Ex Ketua Umum, Sukriah, serta beberapa calon pengurus yang turut hadir menyampaikan komitmennya siap mendukung berbagai program pengembangan Masyarakat yang digagas oleh Indira Yusuf Ismail maupun Pemkot Makassar.

“Karena belum dikukuhkan kami belum ada program, Insya Allah ada program dari Ibu kami siap membantu. Dari DP3A kami diminta program melek baca Al-quran di lorong-lorong, untuk sementara 2 lorong dulu. Kami ingin menyatakan diri bahwa kami siap mendukung,” ujar Husna Alimuddin.