Mendorong Kemandirian KPM PKH, Kemensos Gowa Gelar Kordinasi Dengan Balai Perhutanan Gowa

Pendamping SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial Republik Indonesia Kabupaten Gowa, Muhammad Fadhil, melakukan koordinasi strategis dengan Balai Perhutanan Sosial Gowa Kementerian Kehutanan RI. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (27/4/2026) di Kantor Balai Perhutanan Sosial Gowa.

Pendamping SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial Republik Indonesia Kabupaten Gowa, Muhammad Fadhil, melakukan koordinasi strategis dengan Balai Perhutanan Sosial Gowa Kementerian Kehutanan RI. (Foto: Netral.co.id/F.R)

Gowa, Netral.co.id – Pendamping SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial Republik Indonesia Kabupaten Gowa, Muhammad Fadhil, melakukan koordinasi strategis dengan Balai Perhutanan Sosial Gowa Kementerian Kehutanan RI. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (27/4/2026) di Kantor Balai Perhutanan Sosial Gowa.

Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Fadhil bertemu dengan Kepala Tata Usaha Balai Perhutanan Sosial Gowa, Ibu Fitriani, S.Hut., M.P. Koordinasi ini bertujuan untuk menjajaki dan memperkuat sinergi program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Kabupaten Gowa melalui skema perhutanan sosial.

Fokus pembahasan mencakup peluang kolaborasi dalam penguatan kelompok perhutanan sosial yang telah diikuti oleh KPM PKH, serta pembentukan kelompok baru bagi KPM yang memiliki potensi untuk diberdayakan dalam sektor tersebut.

Muhammad Fadhil menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor menjadi langkah penting dalam mendorong kemandirian KPM PKH.

“Kami melihat perhutanan sosial sebagai peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan KPM. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan KPM tidak hanya menerima bantuan sosial, tetapi juga mampu berdaya dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Diharapkan melalui koordinasi ini, akan terbangun program-program konkret yang mampu mempercepat transformasi KPM PKH menuju kemandirian, sekaligus memperkuat pengelolaan perhutanan sosial di Kabupaten Gowa.

Comment