Makassar, Netral.co.id – Dengan komitmen memperkuat pendidikan inklusi, Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, resmi membuka Pelatihan Guru Pendamping Khusus (GPK) yang diinisiasi oleh Pokja Bunda PAUD bersama Dinas Pendidikan Kota Makassar di Ballroom Gunung Malino, Karebosi Premier Hotel, Senin (20/4/2026).
Turut hadir dalam kegiatan, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Noptiadi, Ketua Pokja Bunda Paud, Titin Florentina, para guru pendamping khusus Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sekota Makassar, Guru Paud Negeri sekota Makassar serta Guru Paud Swasta sekota Makassar.
Dalam arahannya, Melinda Aksa mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menyebutkan, inisiasi pelatihan Guru Pendamping Khusus ini telah lama diharapkan sebagai bagian dari penguatan sistem pendidikan inklusi di Makassar.
“Saya sudah lama mendorong agar inisiasi seperti ini dapat dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, dan hari ini akhirnya terwujud. Tentu saya sangat senang dan mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk komitmen bersama,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak tanpa kecuali, termasuk anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Oleh karena itu, kehadiran sekolah inklusi dinilai menjadi langkah konkret dalam memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak, adil, dan berkualitas.
“Pendidikan adalah hak setiap anak. Tidak boleh ada yang tertinggal. Anak-anak kita yang memiliki kebutuhan khusus juga berhak mendapatkan layanan pendidikan yang setara dan bermutu,” tegasnya.
Lebih lanjut Melinda menekankan bahwa sekolah inklusi merupakan sebuah komitmen nyata yang harus terus diperkuat melalui berbagai program dan kebijakan yang berpihak pada anak.
Ia juga menyoroti peran strategi Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusi. Menurutnya, GPK tidak hanya berfungsi sebagai tenaga pendidik, namun juga sebagai pendamping yang memiliki kepekaan tinggi terhadap kebutuhan unik setiap anak.
“Peran Guru Pendamping Khusus sangatlah penting. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga mendampingi, memahami karakter anak, membangun kepercayaan diri, serta membantu anak-anak tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelasnya.
Melinda berharap melalui pelatihan ini, para GPK dapat meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta pemahaman dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif dan ramah anak.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, hingga masyarakat, untuk bersama-sama memperkuat ekosistem pendidikan inklusi di Kota Makassar.
“Kita ingin memastikan bahwa Makassar menjadi kota yang benar-benar ramah anak, di mana semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
Kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan inklusi di Kota Makassar, sekaligus memperkuat peran Guru Pendamping Khusus sebagai garda terdepan dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah.

Comment