banner 10250x250
News  

Kemkominfo Ajak Pemprov Sulsel Kembangkan Teknologi Informasi Digital

Netral.co.id
Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Dr.Eng.Hary Budiarto M.Kom, IPM, mengajak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengembangkan Program Digital Talent Scholarship (DTS) dan Digital Leadership Academy (DLA) di Sulsel. Dok Humas pemprov Sulsel.

Netral.co.id, MakassarKepala Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Dr.Eng.Hary Budiarto M.Kom, IPM, mengajak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengembangkan Program Digital Talent Scholarship (DTS) dan Digital Leadership Academy (DLA) di Sulsel.

“Kita latih, kerjasama dengan Kemendagri untuk pemanfaatan teknologi digital,” ungkap Hary Budiarto, di Ruang Kerja Sekprov Sulsel, Kamis, 10 November 2022.

Dirinya mengaku, berdasarkan arahan dari Presiden dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI akan memberikan penghargaan kepada kepala daerah dan ASN yang ikut berkontribusi dalam perkembangan teknologi informasi digital.

“Kepala daerah akan diberikan penghargaan dari Wapres dan kepala daerah akan diberikan penghargaan dari pemerintah pusat juga. Program untuk para staf, kami buatkan pelatihan untuk seluruh, termasuk untuk guru SD sampai SMA,” jelasnya.

Sementara untuk di Provinsi Sulsel sendiri, Kementrian Kominfo RI baru-baru ini sudah melatih sekitar 5.800 orang. Dibandingkan dengan Jawa Barat, Jawa Timur dan provinsi lain, angka ini cukup besar.

“Minggu ini kami terus melakukan pelatihan di berbagai daerah, termasuk Enrekang, Toraja, Toraja Utara dan nanti kita lanjutkan lagi di Luwu Raya,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat, mengaku, semua harus melakukan transformasi informasi teknologi digital. Kita sudah komitmen bersama untuk melakukan kolaborasi, dan terakhir bagaimana implementasi.

“Jangan sampai kita lakukan kolaborasi terus, sementara tidak ada hasilnya. 23.000 ASN Pemprov Sulsel. Supaya terlihat itu inovasi, harus ada implementasi yang tepat agar mendapatkan hasil lewat aplikasi tersebut,” ungkapnya.

“Kita perlu juga melihat bagaimana dampak pasca kita menggunakan teknologi informasi digital. Kalau terkait kecepatan informasi memang harus diakui hal itu karena memang cepat,” imbuhnya. (*)