Dari PLTB hingga Lumbung Pangan, Sidrap Mulai Jual Masa Depan ke Investor

IMG 8665

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif/Ist

Sidrap, Netral.co.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai menunjukkan langkah agresif dalam menarik investasi. Hal itu terlihat dalam pertemuan antara Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, bersama jajaran Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Pangkajene, Senin malam (18/5/2026).

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi biasa. Pemkab Sidrap memanfaatkan momentum itu untuk memaparkan secara langsung potensi besar daerah yang dinilai siap menjadi magnet investasi baru di Sulawesi Selatan.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Syaharuddin Alrif membeberkan sejumlah sektor unggulan yang kini menjadi kekuatan utama Sidrap. Salah satu yang paling disorot adalah keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap yang dinilai memiliki daya tarik besar dalam pengembangan energi hijau atau clean energy.

Menurut Syaharuddin, keberadaan PLTB tidak hanya menjadi simbol kemajuan energi terbarukan, tetapi juga membuka peluang besar bagi masuknya investasi di sektor industri berbasis energi ramah lingkungan.

Selain sektor energi, Syaharuddin juga menegaskan posisi Sidrap sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan. Potensi pertanian dan ketahanan pangan disebut menjadi kekuatan strategis yang dapat memberikan nilai ekonomi jangka panjang bagi investor.

“Kami menyambut baik diskusi ini sebagai langkah konkret untuk kolaborasi membangun Sidrap,” ujar Syaharuddin di sela-sela pertemuan.

Ia menegaskan, Pemkab Sidrap kini tidak lagi hanya berbicara soal potensi, tetapi mulai menyiapkan berbagai langkah nyata untuk menciptakan iklim investasi yang lebih terbuka dan kompetitif.

Keseriusan itu terlihat dari hadirnya sejumlah pimpinan OPD strategis, seperti Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Fajri Salman serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPTSP) Andi Nirwan Ranggong.

Kehadiran kedua dinas teknis tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah siap mempermudah pelayanan dan regulasi bagi investor yang ingin menanamkan modal di Sidrap.

Di sisi lain, jajaran Apindo yang hadir disebut turut mencermati berbagai peluang investasi yang ditawarkan, mulai dari sektor energi terbarukan hingga pengembangan industri berbasis pangan.

Melalui pertemuan itu, Sidrap mulai menunjukkan perubahan arah pembangunan ekonomi daerah. Tidak lagi sekadar menawarkan potensi di atas kertas, tetapi mulai memposisikan diri sebagai daerah yang siap menjadi pusat pertumbuhan investasi baru di Sulawesi Selatan.

Comment