banner 10250x250

Catatan Kelam Dunia Sepakbola Tewaskan Ratusan Nyawa

Catatan Kelam Dunia Sepakbola Tewaskan Ratusan Nyawa
Catatan Kelam Dunia Sepakbola Tewaskan Ratusan Nyawa/Foto(twt)

Netral.co.id, Malang, – Tragedi Kanjuruhan, yang terjadi pada laga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, menjadi sebuah catatan kelam di sejarah dunia sepak bola Indonesia.

Tak kurang dari 127 jiwa melayang akibat tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Sabtu 1 Oktober 2022.

Sepertinya ada masalah. Tunggu beberapa detik, lalu coba lagi.

Berikut catatan sejarah kelam dunia sepak bola di seluruh dunia seperti yang dilansir dari Sportskeeda berdasarkan korban tewas Stadion Kanjuruhan pada laga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya menewaskan 127 orang.

Dengan demikian tragedi Stadion Kanjuruhan berada pada posisi kedua dengan korban 127 orang, dimana sebelumnya bencana stadion Nasional Peru 1964 menewaskan 318 orang, sedangkan tragedi kerusuhan Ghana 2001 nyawa melayang 126 orang, terakhir tragedi Guatemala 1996 menewaskan sedikitnya 80 orang.

1. Bencana Stadion Nasional Peru (1964)

Tragedi di Stadion Nasional Peru pada 1964, diyakini sebagai tragedy paling mematikan sepanjang sejarah.Insiden ini terjadi pada laga kualifikasi Olimpiade antara Peru melawan Argentina.

Para pendukung Peru memulai kericuhan setelah dua gol timnas mereka dianulir oleh wasit. Kericuhan tersebut membuat 318 orang tewas, dan lebih dari 500 orang lainnya mengalami cedera serius.

2. Tragedi Kerusuhan Ghana (2001)

Insiden berdarah terjadi di Ghana, ketika dua klub besar negara Afrika itu, Hearts of Oak dan Asante Kotoko saat berlaga di Stadion Accra.

Polisi menembakkan gas air mata ke beberapa penggemar yang membuat keributan dan kemudian menyebabkan kerusuhan di seluruh stadion.

Setidaknya, 70.000 orang yang panik berusaha keluar stadion, dan menyababkan banyak orang yang terinjak-injak dan menewaskan 126 orang, dan melukai lebih banyak lagi.

3. Tragedi Guatemala (1996)

Tragedi ini terjadi di Stadion Nasional Mateo Flores, Guatemala City, Guatemala pada 16 Oktober 1996.

Insiden ini terjadi sebelum laga kualifikasi Piala Dunia antara Guatemala melawan Kosta Rika.

Banyaknya suporter yang ingin masuk ke dalam stadion mengakibatkan banyak orang yang terdempet, dan mengakibatkan kematian lebih dari 80 orang, serta melukai 180 orang lainnya.

Baca Juga: Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Tewaskan 127 Orang

Baca Juga: Imbas Kericuhan di Stadion Kanjuruhan, PT LIB Hentikan BRI Liga 1 Selama Sepekan