Bupati Pangkep Targetkan Tiga Inovasi Tiap OPD

Bupati Pangkep Targetkan Tiga Inovasi Tiap OPD

Pangkep, Netral.co.id – Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Muhammad Yusran Lalogau, menargetkan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menghasilkan minimal tiga inovasi setiap tahun, mulai tahun 2027. Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Target tersebut disampaikan Yusran saat menghadiri Sosialisasi Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Pangkep Tahun 2026 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) di ruang rapat lantai 3 Kantor Bupati Pangkep, Senin (12/10/2026).

Yusran mengatakan, setiap dinas diharapkan mampu melahirkan satu inovasi di masing-masing bidang, dengan target minimal tiga inovasi. Sementara itu, pemerintah kecamatan berkolaborasi dengan kelurahan untuk menghasilkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayahnya.

“Untuk tahun depan setiap dinas ada satu inovasi per bidang, jadi minimal tiga inovasi. Kalau kecamatan bisa berkolaborasi dengan lurah-lurah untuk menghasilkan inovasi di wilayahnya yang bisa bermanfaat bagi,” katanya.

Menurutnya, inovasi di lingkungan pemerintahan harus berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Namun, setiap terobosan tetap harus dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“Bagaimana birokrasi ini bisa kita untuk pelayanan masyarakat tanpa melanggar aturan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bapperida Pangkep, Amril, mengatakan target tiga inovasi setiap tahun bagi dinas dan badan telah diperkuat melalui surat edaran (SE) Bupati. Oleh karena itu, seluruh OPD diharapkan menunjukkan komitmen untuk mendukung kebijakan tersebut.

“Harapan kami, ada kerja sama dan komitmen OPD karena ini sudah menjadi kebijakan pimpinan. Tidak ada alasan tidak mendukung, dengan tujuan mewujudkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan yang baik,” tegasnya.

Amril menjelaskan, Sosialisasi Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Pangkep Tahun 2026 saat ini masih berada pada tahap awal untuk membuka ruang pendaftaran bagi para inovator di lingkungan pemerintah daerah.

“Sebenarnya untuk lomba inovasi daerah belum, ini baru tahapan sosialisasi untuk membuka ruang pendaftaran bagi teman-teman inovator,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses penginputan data inovasi untuk penilaian Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri telah rampung. Hingga tahap akhir penginputan, Pemkab Pangkep telah mengajukan sekitar 64 inovasi.

“Jadi total terakhir ada 64 inovasi yang sudah kita ajukan. Mudah-mudahan dari jumlah itu bisa mendapatkan hasil yang sama dengan yang kita dapatkan tahun kemarin sebagai salah satu kabupaten yang sangat inovatif di Indonesia,” ujarnya.

Amril menyebutkan, Kabupaten Pangkep telah lima kali mendapatkan penghargaan IGA Award. Capaian tersebut diharapkan dapat dipertahankan melalui pengembangan inovasi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan penilaian, tetapi juga terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, inovasi perangkat daerah perlu berkontribusi terhadap penyediaan standar pelayanan minimal, terutama pada sektor kesehatan, pekerjaan umum, pendidikan, pencegahan bencana, serta ketenteraman dan perbaikan umum.

Oleh karena itu, setiap OPD diharapkan tidak sekedar menghasilkan inovasi untuk memenuhi target tahunan, tetapi juga memastikan program yang dikembangkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan meningkatkan efektivitas pelayanan.

Melalui kebijakan tersebut, Pemkab Pangkep berharap budaya inovasi semakin kuat di seluruh perangkat daerah, sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sosialisasi tersebut melibatkan Sekretaris Daerah Kabupaten Pangkep, Hj. Suriani A. Hamid, para asisten, pimpinan OPD, camat, serta lurah se-Kabupaten Pangkep.

Comment