Bawaslu Sulsel Perkuat Kapasitas SDM dan Literasi Etika Penyelenggara Pemilu

cd69165e e5ee 4bd1 9fd2 8ffda88451d5

Makassar, Netral.co.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas SDM dan Literasi Etika Penyelenggara Pemilu pada Selasa (14/4). Kegiatan ini dilaksanakan secara hibrid, memadukan pertemuan tatap muka dan daring yang diikuti oleh seluruh jajaran Bawaslu se-Sulawesi Selatan.

Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, dalam sambutannya menekankan bahwa penguatan kapasitas bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan mendasar untuk menjaga muruah lembaga. Ia menegaskan bahwa etika merupakan fondasi utama bagi setiap pengawas pemilu dalam menjalankan tugasnya. “Integritas penyelenggara adalah kunci kepercayaan publik. Tanpa literasi etika yang kuat, pengawasan yang kita lakukan akan kehilangan nilainya di mata masyarakat,” tegas dia.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi inti oleh Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Dr. I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, yang membawakan tema “Penguatan Kapasitas SDM & Literasi Etika Penyelenggara”. Dalam paparannya, dia menekankan bahwa standar etika harus melekat pada diri setiap pengawas sebagai pemandu perilaku dalam setiap tahapan pemilu.

“Penguatan kapasitas SDM dan literasi etika bukan sekadar pemahaman regulasi, melainkan internalisasi nilai-nilai moral agar setiap tindakan penyelenggara selaras dengan kode etik yang berlaku,” ujar dia. Ia juga menambahkan bahwa profesionalitas seorang pengawas diuji melalui konsistensi antara aturan hukum dan perilaku etis di lapangan.

Pertemuan strategis ini dihadiri secara langsung oleh Anggota Bawaslu Sulsel, Andarias Duma dan Saiful Jihad, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Sulsel, Awaluddin Mustafa. Kehadiran pimpinan ini menunjukkan komitmen kolektif dalam memastikan jajaran pengawas di Sulawesi Selatan memiliki standar kompetensi yang seragam.

Selain jajaran pimpinan provinsi, hadir pula secara luring Anggota Bawaslu dari Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, dan Kota Makassar yang didampingi oleh masing-masing jajaran sekretariatnya. Sementara itu, jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota lainnya di Sulawesi Selatan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan melalui platform daring dengan penuh antusias.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pengawas pemilu yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman etika dalam mengawal proses demokrasi. Melalui penguatan secara hibrid ini, Bawaslu Sulsel berupaya memastikan pesan mengenai integritas dan literasi etika tersampaikan secara merata hingga ke seluruh pelosok wilayah Sulawesi Selatan.

Comment