Wagub Fatmawati Dorong Film Lokal Jadi Wajah Budaya Sulsel di Panggung Dunia

IMG 20260715 WA0023

Makassar, Netral.co.id – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mendorong lahirnya lebih banyak karya perfilman yang mengangkat kekayaan budaya, destinasi wisata, dan kuliner Sulawesi Selatan sebagai media promosi daerah di tingkat nasional hingga internasional.

Hal tersebut disampaikan Fatmawati saat menerima audiensi tim Film Solata yang dipimpin sutradara Ichwan Persada di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa 14 Juli 2026.

Dalam pertemuan itu turut hadir produser pelaksana Irfan Syam, aktor Cipta Perdana, serta Direktur Eksekutif IKA Unhas, Alam.

Fatmawati menilai Sulawesi Selatan memiliki kekayaan budaya yang beragam dan layak diangkat ke layar lebar sebagai upaya memperkenalkan identitas daerah sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kita memiliki begitu banyak kekayaan budaya yang bisa dieksplorasi. Misalnya budaya masyarakat adat Tolotang di Kabupaten Sidenreng Rappang maupun masyarakat adat Kajang di Kabupaten Bulukumba. Potensi ini sangat layak diperkenalkan kepada masyarakat dunia melalui film,” kata Fatmawati.

Menurut dia, film tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana diplomasi budaya yang mampu memperkenalkan keunikan suatu daerah kepada masyarakat global.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama pemerintah kabupaten dan kota dapat terus membangun kolaborasi dengan insan perfilman agar semakin banyak karya yang mengangkat potensi lokal.

“Produksi film seperti ini patut kita dukung dan apresiasi, terlebih telah meraih penghargaan di tingkat internasional. Promosinya juga harus terus diperkuat agar semakin banyak orang mengenal Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Fatmawati juga menyoroti masih kuatnya tradisi masyarakat adat di Sulawesi Selatan, seperti komunitas Tolotang di Kabupaten Sidenreng Rappang dan masyarakat adat Kajang di Kabupaten Bulukumba.

Menurutnya, nilai-nilai budaya tersebut memiliki daya tarik yang besar untuk diangkat menjadi film cerita maupun dokumenter.

Sementara itu, Sutradara Film Solata, Ichwan Persada, mengatakan audiensi tersebut sekaligus menjadi momentum menyampaikan capaian film yang baru saja meraih Special Award untuk kategori budaya dan humanisme pada Golden FEMI Film Festival di Bulgaria.

Selain mengikuti festival, tim Solata juga menggelar tur pemutaran film di lima kota yang tersebar di empat negara Eropa Timur sebagai bagian dari upaya memperkenalkan budaya Sulawesi Selatan kepada masyarakat internasional.

“Hari ini kami menyampaikan kepada Ibu Wakil Gubernur bahwa Film Solata baru saja menerima penghargaan di Bulgaria. Kami juga meminta masukan terkait rencana produksi film berikutnya, termasuk peluang kolaborasi film lintas negara yang salah satu lokasi pengambilan gambarnya di Sulawesi Selatan,” kata Ichwan.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap pelaku industri kreatif yang selama ini memproduksi karya secara mandiri.

Ichwan mengaku tertarik untuk terus mengeksplorasi budaya lokal yang belum banyak dikenal masyarakat.

Sebelumnya, ia menggarap film Silariang dengan lokasi syuting di kawasan Rammang-Rammang, Kabupaten Maros, sementara Solata mengambil latar di kawasan Ollon, Kabupaten Tana Toraja.

Menurutnya, kedua film tersebut memiliki misi yang sama, yakni memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan kepada khalayak yang lebih luas.

Ia berharap Solata dapat kembali berpartisipasi dalam berbagai festival film internasional sehingga mampu memperluas promosi budaya, pariwisata, dan potensi daerah Sulawesi Selatan melalui industri perfilman.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pelaku industri kreatif dalam menghadirkan karya perfilman yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata daerah di panggung dunia. (*)

Comment