Netral.co.id – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyampaikan kritik keras yang ditujukan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Melalui sebuah unggahan video di akun media sosial resminya, Hotman mendesak agar Presiden segera mencopot Natalius Pigai dari jabatannya sebagai Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) di Kabinet Merah Putih, bahkan menyarankan agar kementerian tersebut dibubarkan.
Hotman Paris mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka sebagai salah satu wajib pajak di Indonesia. Ia mengaku tidak rela jika uang pajak yang dibayarkannya justru digunakan untuk mendanai kementerian dan menggaji menteri yang dinilainya tidak memberikan performa kerja yang bermutu bagi masyarakat.
“Copot Menteri HAM! Saya pribadi tidak setuju sebagai salah seorang pembayar pajak. Jangan pakai uang rakyat untuk membiayai menteri dengan kualitas seperti itu,” tegas Hotman dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, Hotman menilai keberadaan Kementerian HAM di bawah kepemimpinan Natalius Pigai tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap penyelesaian kasus-kasus kemanusiaan di lapangan.
Ia mencontohkan bagaimana tim hukumnya sendiri yang justru aktif turun tangan ke berbagai daerah—seperti mengirim 10 tim pengacara ke Mataram, Lombok, serta Tim Kopi Johny—untuk membela rakyat kecil yang terjerat ketidakadilan hukum secara gratis.
Menurut Hotman, isu-isu terkait penegakan HAM sebenarnya sudah diakomodasi oleh banyak lembaga negara lain, sehingga keberadaan struktur kementerian baru ini dirasa tumpang tindih dan memboroskan anggaran.
Ia juga menyindir sikap sang menteri yang dinilai kerap memicu kontroversi di media sosial dan sejak awal menjabat dinilai terlalu fokus meminta kenaikan anggaran yang besar tanpa diiringi dengan prestasi kerja yang nyata.
“Mendingan uang pajak yang kami bayar itu dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat. Ngapain kayak begitu kualitas menteri dipelihara? Dari awal minta anggaran gede, anggaran gede, anggaran gede. Kalau Pak Menteri tahu diri dong, kau mundur deh. Enggak ada prestasimu, mundur kau!” lanjut Hotman dengan nada geram.
Di akhir pernyataannya, Hotman menegaskan bahwa kritik tajam ini murni merupakan aspirasi dan keresahannya sebagai warga negara.
Ia menyatakan tidak memiliki kepentingan politik apa pun atau sedang mencari muka di hadapan Presiden Prabowo Subianto, mengingat reputasinya sebagai pengacara papan atas dengan jumlah klien yang sudah membludak.

Comment