Makassar, Netral.co.id — Wali Kota Makassar, Munafri “Appi” Arifuddin, memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan becak payabo yang kerap menghiasi sejumlah ruas jalan protokol di Kota Daeng.
Keberadaan becak payabo dinilai semakin marak dan kerap menimbulkan kemacetan, bahkan meresahkan pengguna jalan.
Appi menegaskan, Pemerintah Kota Makassar akan melakukan pengaturan dan pembatasan terhadap aktivitas becak payabo agar tidak lagi mengganggu kelancaran lalu lintas.
“Yang penting bisa diatur supaya lalu lintas tidak macet. Yang kita awasi jangan sampai terlalu keluar ke jalanan. Itu pasti akan dibatasi, dan ke depan tidak boleh lagi seperti sekarang,” ujar Appi kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan, fenomena becak payabo cukup banyak ditemukan di Makassar dengan karakteristik berbeda dari becak konvensional. Umumnya, becak tersebut membawa berbagai barang seperti botol plastik dan barang bekas lainnya, bahkan kerap dijadikan tempat tinggal di jalanan.
Appi juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait aspek keselamatan. Ia mengaku pernah menemukan becak payabo yang membawa anak kecil hingga bayi saat berada di jalan raya.
“Ini mirip fenomena manusia gerobak di Jakarta, tapi bentuknya becak. Bahkan ada yang menginap di jalan, dan pernah saya minta untuk diangkut karena ada anak bayi ikut,” katanya.
Lebih lanjut, Appi menyebut telah menginstruksikan Dinas Sosial Kota Makassar untuk melakukan pendataan terhadap keberadaan becak payabo. Berdasarkan pemantauan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, rata-rata pengemudi becak payabo merupakan pendatang baru dari luar daerah.
“Ada yang baru tiga hari datang dari luar Makassar, ada juga yang baru seminggu. Ini harus cepat diantisipasi untuk memastikan tidak boleh lagi seperti itu,” jelasnya.
Ia menekankan, penanganan persoalan ini akan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (SKPD) agar dapat ditangani secara menyeluruh, sekaligus mencegah munculnya permukiman jalanan baru di Kota Makassar.
“Jangan sampai kita dianggap tidak mengurusi warga. Padahal ini datangnya tiba-tiba. Ini yang harus menjadi kerja sama semua SKPD untuk merespons dengan baik,” tutupnya.

Comment