Makassar, Netral.co.id – Perumda Air Minum Kota Makassar telah menerbitkan 677 surat perintah kerja (SPK) untuk penyaluran bantuan air bersih selama penanganan darurat kekeringan. Hingga Selasa (15/9/2026), volume air yang didistribusikan mencapai sekitar 2.550 meter kubik.
Bantuan tersebut menyasar masyarakat yang terdampak kekeringan, tanpa membedakan status sebagai pelanggan maupun bukan pelanggan Perumda Air Minum Kota Makassar.
Plt Kepala Bagian Produksi Perumda Air Minum Kota Makassar, Achmad Kamil Asri, mengatakan ratusan SPK tersebut diterbitkan sebagai bagian dari dukungan perusahaan daerah terhadap penanganan kondisi darurat kekeringan di Kota Makassar.
“Per hari ini tanggal 15 September 2026, untuk kegiatan tanggap darurat bencana kekeringan, PDAM sudah mengeluarkan SPK sebanyak 677 SPK dengan nilai kubikasi sekitar 2.550 meter kubik,” kata Achmad Kamil.
Menurut dia, distribusi air bersih tidak hanya dilakukan oleh Perumda Air Minum. Penyaluran di lapangan melibatkan sejumlah instansi dan unsur yang tergabung dalam penanganan kekeringan Kota Makassar.
“Penyaluran air bersih ini dalam kegiatan tanggap darurat bencana kali ini melalui BPBD, melalui DLH, PMI, TNI-Polri dan instansi-instansi lainnya yang terkait dengan kegiatan ini, termasuk PDAM itu sendiri,” ujarnya.
PDAM Pastikan Bantuan Menjangkau Semua Warga
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, mengatakan pihaknya terus memantau proses pengambilan hingga pendistribusian air bersih kepada warga.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan pasokan yang tersedia dapat segera disalurkan ke wilayah yang mengalami dampak kekeringan.
“Pagi ini kita lagi memonitoring pengambilan air yang dilakukan oleh badan bencana atau tim kekeringan Kota Makassar,” ujar Andi Syahrum.
Ia menegaskan, bantuan air bersih tidak dibatasi hanya untuk pelanggan Perumda Air Minum. Masyarakat yang terdampak kekeringan juga tetap mendapat bantuan meski tidak terdaftar sebagai pelanggan.
“Semua warga yang mengalami dampak kekeringan akan dibantu, baik yang pelanggan maupun yang bukan pelanggan,” katanya.
Andi Syahrum mengatakan pemantauan tersebut dilakukan pada hari ke-20 pelaksanaan tanggap darurat kekeringan di Kota Makassar.
“Ini hari yang ke-20. Kita memantau situasi pengambilan air dari teman-teman tim bencana untuk disalurkan kepada warga yang terdampak kekeringan,” tuturnya.
Distribusi Melibatkan Banyak Unsur
Penanganan kekeringan di Makassar dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Perumda Air Minum berperan dalam mendukung penyediaan air, sementara distribusi kepada masyarakat melibatkan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Palang Merah Indonesia, TNI-Polri, serta instansi terkait lainnya.
Skema tersebut menjadi penting karena kebutuhan air bersih meningkat di tengah berkurangnya ketersediaan air akibat kondisi kekeringan.
Perumda Air Minum Kota Makassar menyatakan akan terus memberikan dukungan selama masa tanggap darurat berlangsung. Penyediaan dan distribusi air bersih diharapkan dapat menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.

Comment