Menuju Sidrap Religius, Program Desa Binaan MUI Resmi Diluncurkan

IMG 8849

Makassar, Netral.co.id – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, secara resmi meluncurkan program Desa Binaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Aula Saromase, Kompleks SKPD, Selasa (28/4/2026).

Program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung visi Kabupaten Sidrap sebagai daerah religius sekaligus lumbung penghafal Al-Qur’an di Indonesia.

Peluncuran tersebut dihadiri Ketua MUI Sidrap Abdul Malik Tibe, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, Kepala Kantor Kementerian Agama Sidrap Fitriadi, serta Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan Bachtiar. Turut hadir pula Kepala Dinas Sosial Wahidah Alwi, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Ishak Kenre, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Syamsuddin, serta para camat dan kepala desa lingkup Pemerintah Kabupaten Sidrap.

Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi atas inisiatif MUI yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan daerah. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.

“Program ini sangat baik dan tentu akan didukung penuh oleh pemerintah daerah. Kita ingin Sidrap tidak hanya maju dari sisi ekonomi, tetapi juga kuat dalam nilai agama dan akhlak masyarakatnya,” ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Bupati bahkan langsung menginstruksikan seluruh kepala dinas dan instansi terkait untuk memberikan pendampingan maksimal kepada desa-desa binaan.

Menurutnya, program ini memiliki empat misi utama, yakni penguatan ilmu agama, peningkatan pendidikan, pembinaan keluarga, serta penguatan ekonomi masyarakat.

“Kita juga akan memperkuat sektor ekonomi, khususnya perkebunan di desa binaan. Dengan begitu, masyarakat diharapkan tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua MUI Sidrap Abdul Malik Tibe menjelaskan bahwa pemilihan desa sebagai fokus program didasarkan pada pentingnya peran ulama dan umara di tingkat akar rumput dalam membangun masyarakat yang kokoh secara akidah dan akhlak.

“Jika desa kuat secara akidah dan akhlaknya, maka akan terwujud masyarakat yang baik, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi seluruh elemen masyarakat desa. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meminimalisir aktivitas negatif sekaligus menciptakan kehidupan sosial yang religius, harmonis, dan sejahtera di Kabupaten Sidrap.

Adapun delapan desa yang menjadi lokus program ini yakni Desa Tanatoro, Desa Belawae, Desa Dengeng-Dengeng, Desa Buntu Buangin, Desa Leppangeng, Desa Lombok, Desa Cenrana, dan Desa Compong.

Comment