PLN Ungkap Penyebab Pasokan Listrik Terganggu di Sulbagsel, Terapkan Manajemen Beban hingga Siapkan 62 MW

f4ac9bb3 32dd 46ef 9d11 308bf625ae19

Seorang petugas memeriksa aktuator katup di area ketinggian PLTU Punagaya. Dengan teliti, ia memastikan kondisi peralatan sebelum pemulihan unit dilanjutkan, dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja.

Makassar, Netral.co.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mengungkap penyebab terganggunya pasokan listrik di wilayah Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

PLN menyebut gangguan teknis pada pembangkit swasta PLTU Punagaya menjadi salah satu faktor yang berdampak pada berkurangnya daya mampu pasok sistem kelistrikan Sulbagsel.

Selain itu, kondisi kemarau panjang yang disebut El Nino Godzilla turut menyebabkan daya mampu pasok pembangkit berbasis hidro menurun drastis hingga 700 MW.

Kondisi tersebut mengakibatkan pasokan listrik berkurang sehingga sebagian pelanggan merasakan gangguan pasokan listrik di rumahnya. Untuk menjaga kestabilan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN menerapkan manajemen beban secara sementara.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Didik Wicaksono, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat.

“Kami memohon maaf atas terganggunya kenyamanan pelanggan. Manajemen beban ini terpaksa dilakukan untuk menjaga kestabilan sistem agar tidak terjadi gangguan yang lebih luas dan pasokan listrik tetap berkelanjutan bagi masyarakat. Saat ini seluruh tim kami bekerja untuk mempercepat pemulihan dan memastikan layanan kelistrikan kembali normal,” ujar Didik.

Sebagai langkah mitigasi, PLN berkoordinasi intensif terkait kendala teknis pada pembangkit yang terganggu serta mengerahkan berbagai tim untuk menanggulangi situasi tersebut. PLN juga telah menyiapkan tambahan pembangkit sebesar 62 MW guna mendukung pasokan listrik di wilayah UID Sulselrabar.

“Kami terus berupaya maksimal, termasuk kami menghadirkan tambahan pembangkit 62 MW untuk memperkuat pasokan. Kami berterima kasih atas pengertian dan dukungan masyarakat, dan akan terus menyampaikan informasi perkembangan kondisi kelistrikan,” lanjut Didik.

PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menggunakan listrik, khususnya pada jam beban puncak, agar proses pemulihan sistem berjalan lebih cepat.

Informasi terkait manajemen beban dapat disampaikan melalui WhatsApp Channel ULP. Sementara keluhan layanan dapat disampaikan melalui Contact Center PLN 123, aplikasi PLN Mobile, maupun media sosial resmi PLN.

Comment