Makassar, Netral.co.id – Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muh Sarmuji meminta kepengurusan baru DPD I Golkar Sulsel langsung bekerja menghadapi Pemilu 2029. Sebanyak 197 pengurus yang baru dikukuhkan di Four Point by Sheraton Makassar, Minggu (25/10), ditargetkan mampu mendongkrak perolehan kursi Golkar di seluruh tingkatan legislatif.
Dalam orasi politiknya, Sarmuji menegaskan Golkar Sulsel memiliki posisi strategis sebagai salah satu basis utama partai di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, selain mengejar penambahan kursi legislatif, ia meminta seluruh kader ikut menyukseskan program pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Sebagai partai koalisi pemerintah, Golkar dinilai harus memahami sekaligus mengawal arah kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Beliau (Presiden Prabowo) sebenarnya sedang menggeser paradigma pembangunan yang bisa dikatakan cenderung kapitalistik, banyak dikuasai oleh orang tertentu. Menggeser penduluh menjadi ekonomi konstitusi, di mana rakyat menjadi orientasi sekaligus memberi subjek pembangunan,” ujarnya.
Selain mendukung kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran, mantan Ketua DPD Golkar Jawa Timur ini juga menitipkan pesan agar pengurus baru Golkar Sulsel bisa meningkatkan perolehan kursi di legislatif saat Pemilu 2029.
“Kedua, tugas kami adalah menaikkan kursi, baik DPR RI, DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten/kota. Golkar Sulsel selama ini adalah basis utama Partai Golkar, khususnya di Indonesia Timur,” tegasnya.
Sarmuji yang tak lain Menteri Perindustrian ini menyebut ideologi Partai Golkar sangat cocok dengan Sulsel. Untuk itu, diharapkan dengan kemiripan tersebut bisa mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulsel.
“Kalau kita belajari secara genealogi politik, Sulsel selama ini adalah memang cocok dengan Partai Golkar. Placement ideologisnya (Sulsel) kira-kira mendekati placement ideologis Partai Golkar di Sulsel,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin mengatakan kepengurusan baru harus mampu menambah perolehan kursi legislatif di Pemilu 2029. Bahkan, IAS menargetkan perolehan naik sampai 50 persen.
“Sudah jelas target kita adalah kemenangan. Kita ingin menaikkan 50 persen DPR RI, DPRD provinsi, dan juga DPRD kabupaten/kota,” kata IAS.
IAS mengingatkan bahwa pelantikan tidak boleh berhenti sebagai seremoni dan pengesahan struktur organisasi. Momentum tersebut harus menjadi titik awal untuk menggerakkan mesin partai, memperkuat kedisiplinan kader, dan memperluas jangkauan politik Golkar di tengah masyarakat.
“Target kita adalah tambah kursi, maka angka tersebut tidak boleh hanya menjadi slogan yang kita ucapkan di atas panggung. Target itu harus diterjemahkan menjadi program kerja, strategi pemenangan, pembagian tanggung jawab, dan evaluasi yang terukur,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menempatkan konsolidasi sebagai pekerjaan awal yang harus segera dituntaskan kepengurusan baru. IAS meminta seluruh jajaran partai memastikan struktur organisasi berjalan hingga tingkat kabupaten/kota, kecamatan, desa, dan kelurahan.
Mantan Wali Kota Makassar ini menilai bahwa target politik tidak akan tercapai jika pengurus hanya mengandalkan nama besar partai tanpa kerja organisasi yang terkoordinasi.
“Kita harus memastikan bahwa kepengurusan terbentuk dengan baik, seluruh kader bergerak, dan mesin partai benar-benar bekerja,” kata IAS.
Selain konsolidasi struktural, IAS menekankan pentingnya menempatkan kader berdasarkan kapasitas dan kontribusinya.
Menurutnya, kekuatan partai tidak cukup ditentukan oleh popularitas figur, tetapi juga kemampuan kader membangun jaringan, menjalankan program, dan bekerja untuk kepentingan organisasi.
“Bagi saya, yang terpenting bukan hanya siapa yang memiliki nama besar, tetapi siapa yang memiliki kapasitas, komitmen, jaringan, dan kemampuan untuk bekerja serta memberikan kontribusi nyata,” ucapnya.

Comment