Warnai HARKOPNAS ke-79 di Sorowako, Thalib Mustafa: Koperasi Harus Lebih Bergairah

IMG 20261012 WA0013

Sorowako, Netral.co.id – Kehadiran rombongan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Makassar mewarnai peringatan Hari Koperasi Nasional (HARKOPNAS) ke-79 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, 6–11 Oktober 2026.

Dipimpin Ketua Umum Dekopinda Kota Makassar, Dr. Thalib Mustafa, M.Si., rombongan Makassar menjadi bagian dari gerakan koperasi yang berkumpul di kawasan Danau Matano. Selain mengikuti rangkaian kegiatan perkoperasian dan UMKM, rombongan juga menikmati pelayanan panitia, beragam acara, serta wisata menjelajahi keindahan Danau Matano menggunakan perahu yacht. “Seruuuu dan puas!” demikian kesan Thalib Mustafa terhadap penyelenggaraan HARKOPNAS di Sorowako.

Namun, di balik kepuasannya, Ketua Umum Dekopinda Kota Makassar itu menyampaikan pesan yang lebih mendasar. Menurutnya, HARKOPNAS tidak boleh hanya menjadi perayaan tahunan yang meriah, tetapi harus menjadi momentum untuk menggairahkan kegiatan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Harapan tersebut menjadi relevan di tengah besarnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan koperasi. Sebab, ukuran keberhasilan gerakan koperasi bukan semata-mata kemeriahan acara atau banyaknya peserta, melainkan kemampuan koperasi menjalankan usaha secara sehat, meningkatkan kesejahteraan anggota, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Rombongan Dekopinda Kota Makassar terdiri atas Ketua Umum Dr. Thalib Mustafa, M.Si., Sekretaris Richaeny Ghurika, SE., MM., serta pengurus Dr. Misbahuddin, SE., M.Si.; Dr. Johansyah Mansyur, M.Si.; Muh. Rizal Halim, SE., M.Si.; Tajuddin, SE., MM.; dan Andi Emil, ST., MT.

Kehadiran mereka menegaskan partisipasi gerakan koperasi Kota Makassar dalam agenda perkoperasian tingkat provinsi. Bagi Dekopinda, pertemuan semacam ini bukan sekadar menghadiri undangan, melainkan kesempatan memperluas jejaring, berbagi pengalaman, dan memperkuat hubungan antargerakan koperasi di Sulawesi Selatan.

Menteri Koperasi Hadir, Sulsel Berpeluang Menjadi Proyek Percontohan Nasional

Salah satu sorotan utama HARKOPNAS ke-79 di Sorowako adalah kehadiran langsung Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono, SE., Ak., M.Si., pada puncak Pekan Expo Koperasi dan UMKM, Sabtu malam, 10 Oktober 2026. Pekan Expo K-UMKM dibuka secara resmi oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, pada Selasa malam, 6 Oktober 2026, di Lapangan INIAKU, Sorowako.

Pada puncak acara, Menteri Koperasi hadir bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, serta sejumlah kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota.

Ferry Juliantono mengapresiasi kekompakan pimpinan daerah di Sulawesi Selatan dalam menghadiri kegiatan tersebut. Ia bahkan menyampaikan keinginan menjadikan Sulawesi Selatan sebagai proyek percontohan nasional pengembangan koperasi.

IMG 20261012 WA0008

Kehadiran Menteri Koperasi memberikan dimensi strategis bagi penyelenggaraan HARKOPNAS tingkat provinsi. Perhatian pemerintah pusat terhadap gerakan koperasi daerah membuka peluang untuk memperkuat sinergi kebijakan, program pengembangan usaha, serta pendampingan kelembagaan.

Meski demikian, peluang menjadi proyek percontohan nasional perlu diterjemahkan menjadi program, indikator, dan hasil yang terukur. Tantangannya bukan hanya membangun koperasi baru, melainkan memastikan koperasi yang telah berdiri dapat beroperasi secara berkelanjutan, memiliki anggota aktif, menjalankan usaha yang layak, dan memberikan manfaat nyata.

Dalam konteks itu, kehadiran Dekopinda dari berbagai daerah menjadi penting karena penguatan koperasi membutuhkan organisasi gerakan yang mampu menjembatani kepentingan anggota, pengelola usaha, dan pemerintah.


Gubernur dan Menteri Tinjau Koperasi Desa Sorowako

Selain menghadiri puncak expo, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Sorowako pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari rangkaian HARKOPNAS sekaligus agenda pengembangan koperasi berbasis desa.
Dalam kunjungan itu, keduanya melihat aktivitas gerai koperasi yang menyediakan sejumlah kebutuhan masyarakat, termasuk LPG 3 kilogram, pupuk, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, serta produk UMKM lokal.

Kunjungan tersebut memperlihatkan salah satu arah pengembangan koperasi yang ingin diperkuat pemerintah: koperasi hadir dekat dengan masyarakat dan berperan dalam distribusi kebutuhan sehari-hari sekaligus membuka ruang pemasaran bagi produk usaha lokal.

Namun, keberadaan gerai dan ketersediaan barang baru merupakan bagian awal. Keberlanjutan koperasi tetap bergantung pada tata kelola, perputaran modal, transparansi transaksi, kemampuan memenuhi kebutuhan anggota, serta pengelolaan usaha yang akuntabel.

Karena itu, momentum HARKOPNAS seharusnya menjadi ruang untuk membicarakan bukan hanya pembentukan dan peresmian koperasi, tetapi juga bagaimana koperasi dikelola setelah kegiatan seremonial selesai.

Bagi Dekopinda Kota Makassar, pengalaman melihat perkembangan gerakan koperasi di daerah lain dapat menjadi bahan pertukaran gagasan untuk memperkuat koperasi di Kota Makassar.

Thalib Mustafa Puas dengan Pelayanan Panitia dan Wisata Danau Matano

Di luar agenda formal, pengalaman peserta menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan HARKOPNAS di Sorowako. Thalib Mustafa mengaku puas terhadap pelayanan panitia dan berbagai kegiatan yang disiapkan selama rangkaian acara. Salah satu kegiatan yang paling berkesan baginya adalah kesempatan menjelajahi Danau Matano menggunakan perahu yacht.

Peserta diajak mengelilingi danau dan menikmati pemandangan dari berbagai sudut perairan. Panorama alam Sorowako memberikan pengalaman berbeda bagi rombongan yang sehari-hari lebih banyak beraktivitas dalam lingkungan organisasi dan usaha di daerah masing-masing. Thalib juga mengapresiasi perhatian panitia terhadap keselamatan peserta. Setiap peserta yang mengikuti perjalanan menggunakan perahu dibekali pelampung.

Menurutnya, pelayanan yang baik tidak hanya terlihat dari kelancaran agenda resmi, tetapi juga dari perhatian terhadap kenyamanan dan keselamatan peserta. “Seruuuu dan puas!” menjadi ungkapan spontan yang menggambarkan kesannya mengikuti kegiatan wisata tersebut.

Pengalaman ini sekaligus memperlihatkan potensi penyelenggaraan kegiatan berskala besar yang memadukan agenda organisasi, promosi ekonomi, dan wisata daerah. Danau Matano bukan hanya daya tarik alam Luwu Timur, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman yang memperkuat kesan peserta terhadap Sorowako sebagai tuan rumah.

Sorowako, Pilihan Tuan Rumah yang Memadukan Alam dan Sarana Kegiatan Pemilihan Sorowako sebagai lokasi penyelenggaraan HARKOPNAS memberikan warna tersendiri bagi kegiatan tingkat provinsi tersebut. Kawasan ini dikenal dengan keindahan Danau Matano dan keberadaan industri pertambangan yang berperan penting dalam perekonomian Luwu Timur.

Perpaduan potensi alam dan aktivitas ekonomi tersebut memberikan konteks yang menarik bagi pertemuan gerakan koperasi dan pelaku UMKM. Penyelenggaraan kegiatan tersebar di sejumlah lokasi, antara lain Lapangan INIAKU sebagai pusat Pekan Expo K-UMKM, Ontae Luwu, Taman Antar Bangsa, Yacht Club Matano, dan kawasan wisata sekitar danau.

Dekopin

Rangkaian acara mencakup seminar perkoperasian, pameran produk unggulan, perlombaan, pertandingan olahraga, wisata danau, serta kegiatan sosial dan rekreasi. Bagi peserta dari luar Luwu Timur, kegiatan ini memberikan kesempatan mengenal potensi wilayah tuan rumah, sekaligus membuka kemungkinan hubungan ekonomi dan promosi produk antardaerah.

Meski demikian, manfaat ekonomi dari kegiatan semacam ini idealnya tidak berhenti pada transaksi selama pameran. Hubungan yang terbangun perlu dilanjutkan melalui kerja sama pemasaran, pengembangan produk, kemitraan usaha, dan pertukaran pengalaman pengelolaan koperasi. Dengan demikian, kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari dapat menghasilkan manfaat yang lebih panjang bagi koperasi dan UMKM.

Hadiah Gubernur Menambah Kemirahan Malam Puncak Suasana malam puncak HARKOPNAS semakin meriah ketika Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memberikan tambahan hadiah uang tunai bagi para pemenang perlombaan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan peserta, panitia telah menyediakan piagam penghargaan bagi para juara. Gubernur kemudian memberikan tambahan hadiah yang disebut mencapai Rp150 juta untuk juara pertama, Rp100 juta untuk juara kedua, dan Rp50 juta untuk juara ketiga. Kejutan itu menambah kegembiraan peserta dan penonton yang hadir di Lapangan INIAKU.

Keseruan berlanjut ketika Gubernur mengajak sepuluh orang penonton maju ke depan. Mereka dipilih dengan mempertimbangkan sejumlah hal, termasuk keterwakilan daerah dan peserta dari wilayah yang menempuh perjalanan jauh menuju Sorowako.

Setelah memberikan pertanyaan sederhana, Gubernur memberikan hadiah berupa amplop berisi Rp1,5 juta kepada masing-masing orang. Interaksi tersebut menghadirkan suasana yang lebih cair antara pimpinan daerah dan masyarakat.

Malam puncak tidak hanya berlangsung sebagai seremoni penutupan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang disambut antusias oleh peserta. Kehadiran Kepala Daerah Memperlihatkan Luasnya Keterlibatan Daerah Puncak HARKOPNAS turut dihadiri sejumlah kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota.

Selain Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan serta Bupati Luwu Timur selaku tuan rumah, hadir pula perwakilan Luwu Utara, Wakil Wali Kota Palopo, Bupati Sidrap, Bupati Kepulauan Selayar, dan Wakil Bupati Bantaeng Drs. H. Sahabuddin.
Keterlibatan pimpinan daerah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan koperasi dan UMKM menjadi agenda yang membutuhkan dukungan lintas wilayah.

Setiap kabupaten/kota mempunyai potensi, komoditas unggulan, jaringan usaha, dan tantangan yang berbeda. Koperasi dapat menjadi instrumen untuk mengonsolidasikan potensi tersebut, mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan hasil produksi, distribusi barang, hingga pemasaran.

Di sinilah organisasi gerakan koperasi memiliki peran strategis. Dekopinda tidak hanya menjadi peserta dalam agenda peringatan, tetapi juga dapat menjadi penghubung antara kebutuhan koperasi di daerah dengan program pemerintah dan peluang kemitraan. Kehadiran Dekopinda Kota Makassar bersama pengurus dari daerah lain memperkuat semangat kebersamaan tersebut.

Namun, keberhasilan kolaborasi tetap bergantung pada tindak lanjut setelah para peserta kembali ke daerah masing-masing.
Jalan Sehat Menutup Rangkaian HARKOPNAS Rangkaian HARKOPNAS ke-79 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan ditutup melalui kegiatan Jalan Sehat Anti Mager pada Minggu pagi, 11 Oktober 2026.

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi melepas ribuan peserta dari Lapangan Golf Sorowako menuju garis finis di Pantai Ide. Rute sekitar lima kilometer tersebut memadukan kegiatan olahraga dengan panorama Danau Matano.

Kegiatan ini juga diikuti peserta Pekan Expo Koperasi dan UMKM dari berbagai kabupaten/kota. Jalan sehat menjadi penutup rangkaian kegiatan yang sebelumnya diisi dengan pameran, seminar, perlombaan, kunjungan koperasi, dan puncak peringatan.

Dari sisi penyelenggaraan, rangkaian tersebut mempertemukan kegiatan organisasi dengan pengalaman sosial, wisata, dan promosi daerah. Namun, pekerjaan gerakan koperasi justru berlanjut setelah acara berakhir.

Tantangan Setelah Perayaan: Koperasi Harus Benar-Benar Hidup Pesan Ketua Umum Dekopinda Kota Makassar, Dr. Thalib Mustafa, M.Si., menjadi relevan ketika kemeriahan HARKOPNAS mulai berakhir. Ia berharap peringatan Hari Koperasi tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, melainkan benar-benar menggairahkan aktivitas koperasi dan UMKM.

Harapan tersebut mengandung tantangan bagi organisasi gerakan koperasi dan pemerintah daerah. Koperasi yang aktif membutuhkan anggota yang terlibat, pengurus yang profesional, laporan keuangan yang transparan, usaha yang sesuai kebutuhan anggota, dan kemampuan bersaing di pasar.

Sementara itu, UMKM membutuhkan akses pembiayaan yang sehat, kepastian pasar, peningkatan kualitas produk, serta jaringan distribusi yang lebih luas. Koperasi dapat menjadi salah satu wadah untuk menjawab kebutuhan tersebut apabila dikelola berdasarkan prinsip kebersamaan dan kepentingan anggota.

Karena itu, momentum HARKOPNAS dapat ditindaklanjuti melalui agenda konkret: pemetaan koperasi aktif dan tidak aktif, penguatan kapasitas pengurus, kemitraan pemasaran lintas daerah, pengembangan produk unggulan, serta evaluasi manfaat usaha bagi anggota. Bagi Dekopinda Kota Makassar, keikutsertaan dalam HARKOPNAS ke-79 di Sorowako merupakan bagian dari upaya menjaga keterhubungan dengan gerakan koperasi di Sulawesi Selatan.

Kepuasan terhadap pelayanan panitia dan pengalaman menjelajahi Danau Matano menjadi kenangan positif. Namun, nilai yang lebih besar dari pertemuan tersebut adalah semangat untuk membawa pulang gagasan, memperluas kolaborasi, dan memperkuat kegiatan koperasi di daerah.

Pada akhirnya, HARKOPNAS tidak cukup dinilai dari meriahnya panggung, banyaknya peserta, atau besarnya hadiah. Keberhasilan yang sesungguhnya terletak pada koperasi yang semakin sehat, usaha anggota yang berkembang, UMKM yang memperoleh pasar, serta masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Dari Sorowako, pesan itu menjadi penegasan bagi seluruh gerakan koperasi: perayaan boleh meriah, tetapi hasilnya harus nyata. Koperasi harus semakin aktif, UMKM harus semakin berdaya, dan kesejahteraan anggota harus menjadi tujuan utama.

(Citizen Reporter : Uatoi_Johansyahmansyur)

Comment