Makassar, Netral.co.id — Kehilangan sang cucu di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount Makassar membuat praktisi hukum senior Taufan Pawe turun tangan memperjuangkan keadilan.
Taufan Pawe yang merupakan Wali Kota Parepare dua periode hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Kota Makassar bersama keluarga sebagai korban sekaligus pelapor. Dalam forum tersebut, ia membeberkan sejumlah dugaan kejanggalan dalam penanganan medis yang dialami cucunya hingga akhirnya meninggal dunia.
Taufan Pawe mengaku terpukul karena keluarga saat itu telah bersiap membawa sang bayi pulang. Berbagai perlengkapan dan pakaian bayi bahkan sudah disiapkan di dalam mobil. Namun, kebahagiaan tersebut berubah menjadi duka setelah bayi meninggal sebelum sempat meninggalkan rumah sakit.
Dengan pengalaman sekitar 25 tahun di dunia hukum dan pernah mengajar hukum kesehatan, Taufan Pawe menegaskan perjuangannya bukan semata karena dirinya merupakan keluarga korban. Ia ingin persoalan tersebut diusut secara menyeluruh agar tidak ada keluarga lain yang mengalami kejadian serupa.
Dalam pemaparannya, Taufan Pawe mengungkap sejumlah hal yang dinilainya janggal, mulai dari proses pemindahan bayi antar-lantai, keterbatasan tenaga perawat, hingga dugaan tidak optimalnya penanganan ketika kondisi bayi membutuhkan tindakan cepat. Ia juga mempertanyakan sejumlah prosedur pelayanan terhadap bayi setelah dilahirkan.
Temuan tersebut turut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin. Berdasarkan hasil investigasi tim independen, ditemukan sejumlah persoalan di RSIA Paramount, antara lain keterbatasan jumlah perawat pada shift sore dan malam, minimnya pelatihan staf dan dokter, pengukuran tanda-tanda vital yang tidak dilakukan, buruknya komunikasi antarunit, serta belum tersedianya alur pemindahan bayi yang memadai.
Investigasi juga menemukan persoalan lain terkait fasilitas dan standar pelayanan, termasuk tidak tersedianya ruang tindakan darurat di setiap lantai, posisi nurse station yang dinilai tidak strategis, hingga persoalan SOP tertulis dan pengawasan dalam proses perawatan bayi.
Temuan tersebut kemudian mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Makassar. Pimpinan DPRD Makassar, A. Suharmika, meminta pemerintah mengambil langkah tegas terhadap persoalan pelayanan kesehatan di RSIA Paramount.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham, memastikan pihaknya akan menindaklanjuti hasil investigasi Dinas Kesehatan melalui rapat internal.
Bagi Taufan Pawe, perjuangan tersebut bukan hanya tentang kehilangan keluarganya. Ia berharap proses hukum dan pengawasan terhadap fasilitas kesehatan dapat berjalan secara serius sehingga pelayanan ibu dan anak ke depan semakin aman dan tidak kembali menimbulkan korban.

Comment